Peresmian Pusat Kajian Strategis BAZNAS yg ditandatangani Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Kepala Bappenas. Foto: @baznasindonesia

Pusat Kajian Strategis Baznas Resmi Diluncurkan

Pusat Kajian Strategis Baznas akan memudahkan koordinasi dengan Bappenas dan lembaga lainnya di Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro meresmikan Pusat Kajian Strategis Baznas (Badan Amil Zakat Nasional).

”Pusat Kajian Strategis Baznas ini akan memberi nilai tambah dan memudahkan koordinasi dengan Bappenas dengan lembaga lainnya di Indonesia,” kata Bambang dalam sambutannya di acara seminar nasional Baznas di Museum Kebangkitan Nasiona, Jakarta, Senin (8/8), seperti dilansir dari Antara.

Menurut Bambang, pusat kajian tersebut penting karena dapat mendorong penguatan pengumpulan zakat. Saat ini, Indonesia adalah negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia, tapi zakat belum dihimpun secara maksimal.

Berdasarkan hasil riset Baznas dan IPB, potensi zakat Indonesia, termasuk infaq mencapai Rp 217 triliun. Akan tetapi, zakat yang terhimpun baru 1,2 persen dari potensi yang ada atau sekitar Rp 3 triliun.

Untuk itulah, Bambang menuturkan, bahwa zakat hingga saat ini belum terekplorasi dengan baik. Pendirian pusat kajian zakat oleh Baznas bertujuan agar berkontribusi dalam meningkatkan pengumpulan zakat. Zakat juga diharapkan dapat menyatu dan bersinergi dengan sistem keuangan di Indoensia.

Indonesia, lanjut dia,  memiliki sistem pajak yang sudah mapan sementara di beberapa negara Muslim sudah menerapkan zakat sebagai pengganti pajak. Kebijakan Indonesia saat ini, adalah adanya pembayaran zakat yang mengurangi pajak. Kendati begitu, pengumpulan zakat belakangan belum maksimal

”Zakat memiliki peran dalam mengentaskan kemiksinan dan menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat yang kaitannya dengan kesejahteran dan kesenjangan sosial,” pungkasnya.

Potensi zakat Indonesia, termasuk infaq mencapai Rp 217 T Click To Tweet

More Stories
Sukses Di Era Gigital Belajar Coding bersama Markoding