Reuni 212, Kerumunan atau Barisan?

Ustadz Alfian Tanjung dan Deden Fachruddin (Pegiat Islam)

Apakah sekadar gerakan seremonial dan kangen-kangenan atau Show of Force ( tetapi nihil daya tawarnya ) atau euforia?

Kelompok 212 akan melakukan reuni yang ketiga kalinya tentunya dalam perjalanan reuni tersebut banyak macam pernak-perniknya dan kami tidak membahas hal tersebut tetapi kami membahas soal akan dibawa kemana gerakan Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Tak dapat dipungkiri bahwa kegiatan 212 dapat menggerakkan potensi dan ghiroh masyarakat pada Pilkada DKI 2017 yang pada akhirnya dapat menumbangkan calon incumbent, melihat potensi tersebut tadinya juga bisa berperan dalam Pemilu 2019 tetapi ternyata belum bisa menggerakkan potensi yang ada.

Maka jika tidak dikelola dengan baik, dapat dipastikan ujungnya hanya menjadi cinderamata berupa kaos, topi, syal, pin, kalender dan semacam itulah.

Kini bukan lagi sekadar menghadirkan sekumpulan atau sekelompok atau berkumpulnya orang-orang tetapi harus jelas arah dan tujuannya serta tak ada tedeng aling-aling, sampaikan yang Haq dan perangi yang bathil.

Kini saatnya Umat Islam harus bangkit dari penindasan dan dari ketidakadilan serta dari segala tindakan yang merugikan umat Islam

Kita harus mengubah yang semula sekadar berkumpul untuk suatu acara seremonial, kita arahkan menjadi perwujudan berkumpul dalam Ukhuwah diberbagai bidang seperti :

Ukhuwah Ekonomi
Umat Islam seharusnya menginvestasikan uangnya pada usaha-usaha produk yang dihasilkan oleh pengusaha Muslim dan belanja hanya di toko dan pedagang Muslim.

Ukhuwah Politik
Memilih Pemimpin Muslim amanah mulai dari tingkat RT sampai gubernur, dewan, presiden dan dalam waktu dekat ini akan ada Pilkada serentak tahun 2020 maka wajib hukumnya mengusung dan mendukung bakal paslon dari umat Islam, diutamakan melalui jalur perseorangan.

Ukhuwah Kesehatan
Dengan menginvestasikan uang/ modal dalam bidang kesehatan maka pasien Muslim bisa berobat ke dokter Muslim atau layanan pengobatan/ kesehatan Muslim.

Ukhuwah Pendidikan
Dengan menginvestasikan uang/ modal secara bersama-sama maka akan bisa membangun tempat-tempat pendidikan yang baik dan bagus, maka murid-murid dari umat Islam akan mendapatkan pendidikan yang bagus serta bisa memperkokoh pondasi keimanan dan Islamnya.

Satu hal yang harus dilakukan untuk tetap menjaga ghiroh dan momentum 212, inilah saatnya para alim ulama merapatkan barisan dan harus berani mengobarkan semangat umat. Semangat untuk melawan semua bentuk penindasan dan oleh para pengkhianat, termasuk intervensi bangsa asing.

Gelorakan semangat umat untuk mengubah nasib bangsa dan negara, bisa dimulai dengan:

1. Seruan belanja di toko-toko Muslim dengan produk-produk Muslim

2. Seruan menggalang dan menggali dana untuk pembiayaan produk hulu yang dimiliki oleh umat.

Apakah Reuni 212, merupakan kerumunan atau barisan? Click To Tweet

3. Seruan untuk ikut berpolitik praktis oleh seluruh umat wabil khusus dalam rangka menyongsong Pilkada serentak tahun 2020 dengan melakukan:

✔ Mengusung dan mendukung bakal Paslon dari umat Islam.

✔ Bila melalui Parpol, agar melalui parpol PKS, PAN, Berkarya dan Gerindra  (yang dua terakhir ini jika mau mengusung tokoh Islam). Jika tidak jangan didukung apalagi yang berkoalisi dengan Parpol pendukung penista agama, tegaskan jangan dipilih!

✔ Jika memungkinkan (seharusnya bisa) umat Islam wajib mengusung dan mendukung tokoh Islam maju dari jalur perseorangan agar tidak ada mahar politik dan konsesi politik untuk para pengurus partai dan bohir politik juga untuk menumbangkan oligarki partai politik dan politik dinasti serta KKN.

Jika ketiga hal tersebut tidak kita tempuh maka, tak ada lagi ghirah dan hormat kami kepada para tokoh 212, apalagi hadir dalam acara-acara yang hanya seremonial saja. Kami akan ucapkan #AdiosAmigos212

Dibaca dan tanyakan dalam diri masing-masing, apakah Reuni 212, merupakan kerumunan atau barisan?

More Stories
BNI Syariah Raih Penghargaan Best Islamic Product dari Mastercard Indonesia