Ilustrasi Radikalisme
Ilustrasi Radikalisme

Rohis Kampus Nyatakan AntiRadikalisme

Tanggapi hasil penelitian SETARA Institute, Mei lalu, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia nyatakan antiradikalisme.

atas Hasil Penelitian Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia menegaskan sikapnya menentang segala macam bentuk radikalisme. Paham radikalisme yang dimaksud adalah pemahaman radikalisme sebagaimana yang sudah didefinisikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Juga definisi yang dipakai sebagai kerangka konsep dalam penelitian SETARA Institue, yaitu paham radikalisme yang menggunakan kekerasan atas nama agama (violent extremism) untuk melakukan perubahan atas tatanan yang ada, anti demokrasi, NKRI dan Pancasila, serta berpaham takfiri (mengkafirkan orang lain).

Pada 31 Mei 2019, bertempat di Hotel IBIS, Thamrin, Jakarta Pusat, SETARA Institute mengeluarkan sebuah rilis hasil penelitian yang berjudul “Wacana dan Gerakan Keagamaan di Kalangan Mahasiswa: Memetakan Ancaman atas Negara Pancasila di PTN”.

Mengacu pada dokumen Ringkasan Eksekutif hasil penelitian yang telah dirilis oleh SETARA Institute, terdapat keterangan bahwa penelitian ini dilaksanakan di beberapa kampus sebagai area riset, yaitu Universitas Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Institut Teknologi Bandung, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Brawijaya, dan Universitas Airlangga.

“Setelah kami melakukan pengecekan terhadap kampus-kampus yang menjadi area riset penelitian ini, tidak kami temukan adanya wawancara atau teknik pengumpulan data lainnya yang melibatkan pihak/pengurus inti aktif LDK di semua kampus yang menjadi area riset oleh SETARA Institute”, kata Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia, Fahrudin Alwi, S. Hum dalam siaran persnya, Kamis (4/7).

Selain itu, SETARA Institute juga menilai corak kegiatan keislaman di sebagian besar kampus sebenarnya monolitik, cenderung homogen, belum mengakomodasi kegiatan kelompok-kelompok lain sesama Islam. Hal itu terlihat dari dominasi kegiatan keislaman tertentu yang diakomodir oleh lembaga struktural kemahasiswaan seperti Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Lembaga Dakwah Fakultas (LDK), dan UKM Kerohanian Islam (dengan aneka nomenklatur organisasi), yang sebenarnya hanya mengakomodasi kegiatan keislaman kelompok-kelompok Tarbiyah dan Tahririyah (yang belakangan simpul gerakannya dikuasai oleh gerakan Tarbiyah).

“Hampir semua organisasi dan kegiatan keislaman di seluruh kampus area riset memiliki kecenderungan yang sama”, kata Fahrudin menirukan SETARA Institute.

Berdasarkan penjelasan dan data-data yang telah disuguhkan tersebut, kami menegaskan bahwa LDK di kampus-kampus area riset SETARA Institute dan LDK di kampus-kampus lainnya sebenarnya merupakan organisasi kemahasiswaan yang telah menunjukkan corak kegiatan keislaman yang terbuka dan mengakomodasi kebutuhan berbagai kalangan.

FSLDK Indonesia merupakan sebuah forum yang menghimpun dan mengkoordinasikan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) di hampir seluruh kampus se-Indonesia.1 Sebagai bagian dari elemen bangsa, FSLDK Indonesia terus berkomitmen mengajak anak-anak muda Indonesia untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila, merawat kebhinekaan, dan menjaga persatuan bangsa melalui serangkaian program yang telah dilakukan. Saat ini, LDK Nuansa Islam Mahasiswa Universitas Indonesia (Salam UI) diamanahkan sebagai Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas).

More Stories
CIMB Niaga Syariah Fasilitasi Penghimpunan Wakaf Digital