Rumah Zakat Launching Gerakan Gelombang Wakaf

Rumah Zakat meluncurkan Gerakan Gelombang Wakaf pada hari ini, Selasa (12/2) di GoWork FX Sudirman Mall, Jakarta. Ini adalah gerakan baru untuk terus menebar kebaikan bagi Indonesia dan dunia.

Gerakan Gelombang Wakaf ini menandai langkah besar Rumah Zakat untuk mewujudkan visi menjadi filantropi ZISWAF dan kemanusiaan yang diwujudkan dalam bentuk rumah sakit, klinik, sekolah, 5.323 desa berdaya, 200 hektar lahan produktif, serta 50.000 UMKM di seluruh Indonesia.

Menurut CEO Rumah Zakat – Nur Efendi, salah satu fokus campaign Gerakan Gelombang Wakaf ini adalah memberikan edukasi dan keterlibatan masyarakat dari berbagai kalangan yang dimulai dari generasi milenial terhadap program wakaf.

“Rumah Zakat akan mengedukasi masyarakat melalui seminar di seluruh Indonesia dan aktivasi melalui media sosial. Selain itu juga membentuk komunitas wakaf yang bertujuan untuk melibatkan generasi milenial yang jumlahnya kurang lebih 40% dari total penduduk Indonesia secara langsung dalam proses pelaksanaan wakaf,” demikian ujar Nur Efendi.

Nur Efendi lalu menambahkan, bahwa potensi wakaf ini cukup besar.

“Tidak seperti zakat, wakaf tidak ada nisab. Jadi semua orang bisa berwakaf. Dengan adanya Gelombang Wakaf harapnya bisa mengajak siapapun untuk bisa berkontribusi membangun Indonesia melalui wakaf,” jelas Nur Efendi.

Menurut Nur Efendi, wakaf memiliki peluang besar untuk dapat dijadikan sebuah sumber yang menghasilkan produktivitas bagi masyarakat. Rumah Zakat telah membuktikan ini dalam kiprahnya selama 20 tahun dan mampu memberdayakan 30 juta penerima layanan manfaat, 18 Sekolah, 8 Klinik, dan 1295 Desa Berdaya.

Nur Efendi menambahkan, saat ini Indonesia memang masih parsial dalam hal mengelola masalah Ziswaf (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf).

“Wakaf hari ini masih jauh dari apa yang diharapkan dan dimaksimalkan potensinya. Maka gerakan Gelombang Wakaf ini menjadi salah satu langkah awal untuk pengoptimalan potensi ZISWAF secara keseluruhan,” demikian tutup Nur Efendi.

 

 

 

 

More Stories
ilustrasi ekonomi berjamaah
Ekonomi Berjamaah, Bagaimana Seharusnya?