Saksi Kasus Dugaan Penistaan Agama oleh Abu Janda Lengkapi BAP

Pada hari ini, Sabtu, 30 Mei 2020, sekira jam 13.00, para saksi atas terlapor Abu Janda alias Permadi Arya akan mendatangi Mabes Polri, Jakarta.

Para saksi itu adalah ustadzah Hj. Nena Zaenab dan Ratna Sari. Datang kembali guna memenuhi panggilan Cyber Crime Mabes Polri, guna melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Mereka didampingi oleh Adv.Djudju Purwantoro, yang juga sebagai Sekjend IKAMI (Ikatan Advokat Muslim Indonesia), dan rekan lainnya.

Pemanggilan para saksi ini adalah bentuk tindak lanjut dari Bareskrim Polri atas Laporan Polisi No: STTL/572/XII/2019/BARESKRIM yang dibuat pada 10 Desember 2019. Bertindak sebagai pelapor adalah Drg. Mariko Herlianko yang ketika membuat laporan juga didampingi para advokat dari IKAMI. Abu Janda dilaporkan karena dugasn penistaan agama, penghinaan (hate speech) melalui media elektronik. melontarkan kata-kata yang dianggap ujaran kebencian dan berakibat menimbulkan permusuhan terutama kepada umat Muslim melalui media sosial.

Abu Janda, diduga telah melanggar pasal 45A (ayat 2), jo pasal 28 (ayat 2) UU No. 19 tahun 2016, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, jo pasal 156A KUHP.

Para Pelapor dan saksi tersebut, berharap kepada penyidik Polri, untuk terus memproses kasus tersebut sampai ke meja hijau. Jangan sampai timbul anggapan di kalangan masyarakat yang mayoritas muslim bahwa seorang Abu Janda adalah warga negara istimewa yang tidak bisa tersentuh hukum. Hal itu bisa melanggar prinsip Indonesia sebagai negara hukum, sesuai konstitusi UUD 1945, setiap warga negara berkesamaan hak dan kewajibannya di hadapan hukum (equality before the law).

More Stories
Mandiri Syariah Catat Pertumbuhan Tabungan Berkat Kemudahan Digital