Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

SBY Ingin Bertemu Jokowi, Tapi Ada yang Larang

Untuk menjelaskan soal tuduhan makar langsung ke Jokowi.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginginkan keadilan atas tudingan pihak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyebut dirinya memesan fatwa penodaan agama kepada Ktua MUI KH Ma’ruf Amin. Pasalnya, SBY menilai, percakapan yang dimiliki pihak Ahok diduga merupakan penyadapan ilegal.

Karena itu, SBY menyebut perbuatan tersebut merupakan kejahatan. “Saya hanya mohon hukum ditegakkan,” kata SBY dalam pernyataan persnya, di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta, Rabu (1/2).

Konferensi pers SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat ini mengenai perkembangan politik aktual. Hadir dalam konferensi pers antara lain Susilo Bambang Yudhoyono (Ketua Umum Partai Demokrat) dan Hinca Panjaitan (Sekjen Partai Demokrat). Acara juga dihadiri oleh sekitar 40 wartawan media massa.

Pernyataan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, antara lain :

Saya pada kesempatan yang baik ini ingin menyampaikan penjelasan, merespon apa yang kemarin dalam persidangan kasus hukum Pak Ahok, yang baik pengacara maupun Pak Ahok mengaitkan nama saya pada persidaangan tersebut. Oleh karena itulah saya ingin menyampaikan semua itu secara gamblang.

Namun sebelumnya ada dua hal, pertama teman-teman sebetulnya mengingatkan Pak SBY sebaiknya tidak bicara daripada nanti digempur lagi. Jawaban saya, dengan diam saya juga digempur. Kemarin nama saya dikait-kaitkan dalam kasus Pak Ahok. Kedua, pasti wartawan mengira saya akan marah, tidaklah. Kalau dulu saya marah karena partai Demokrat dituduh menggerakkan aksi saya juga dituduh mendanai aksi damai tersebut. SBY juga dituduh menjadi dalam aksi makar. Tentu kalau dituduh atau difitnah seperti itu, saya harus menyampaikan bahwa semua itu tidak benar.

Sebenarnya saya ingin bisa bertemu pak Jokowi. Kalau saya bisa bertemu beliau, niat saya, saya akan bicara secara blak-blakan. Siapa yang menuduh saya mendanai, menunggangi, urusan pemboman dan urusan makar. Saya ingin klarifikasi secara baik, supaya tidak menyimpan praduga, perasaan enak atau tidak enak, atau bercuriga.

Saya diberi tahu, Pak Jokowi ingin bertemu dengan saya Cuma dilarang oleh dua tiga orang disekeliling beliau. Hebat juga ada orang yang bisa melarang beliau bertemu dengan saya. Saya kira bagus kalau kami berdua bisa saling komunikasi untuk menghindari rasa kecurigaan.

SBY: Sebenarnya saya ingin bisa bertemu Pak Jokowi! Click To Tweet

More Stories
BNI Syariah Bantu Masyarakat Terdampak Letusan Gunung Sinabung