Penulis ketika di Sevilla, Pertengahan Nopember 2017

Spirit Ramadhan dan Kebangkitan Sevilla di STEI Tazkia

Oleh: Nurizal Ismail (Direktur Pusat Studi Kitab Klasik Islam STEI Tazkia dan Peneliti ISEFID)

Tepat pada 18 Ramadhan 1439 H, Penulis menghadiri peletakan batu pertama gedung gembar Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia yang dinamai dengan salah satu pusat kota Islam di Andalusia yaitu Sevilla. Adapun gedung pertamanya dinamakan dengan Gradana, yaitu kota terakhir Andalusia yang jatuh oleh pasukan kristen yang dipimpin oleh Raja Ferdinand dan Ratu Isabella pada 1491 M dan sebelumnya

Sevilla jatuh ke tangan pasukan Kristen pada tahun 1248 M. Kata Sevilla dalam bahasa Arab disebut dengan Isbīlliyah. Dipilihnya Sevilla sebagai suatu nama gedung oleh STEI Tazkia menurut saya adalah suatu pilihan yang tepat karena disana lah merupakan salah satu kota atau taifah (Kerajaan kecil) sebagai pusat keilmuwan dan ekonomi yang maju di masa Andalusia.

Sevilla banyak melahirkan pemikir-pemikir Muslim yang ahli dalam berbagai bidang keilmuwan. Misalnya dalam bidang pertanian ada Abu Zakariya Yabya Ibn Muhammad Ibn Ahmad Ibn al-‘Awwam al-Ishbili yang menghasilkan kitab tentang pertanian berjudul Kitab al-filaha dan Ibn Wahshiya yang menghasilkan kitab Filaha Nabatiya; dalam bidang kedokteran ada Al-wazir Abu-l-‘Ala’ Zuhr diantara karyanya adalah kitab al-khawas, kitab al-adwiya-l-mufrada dan kitab al-nukat al-tibbiya; dan masih banyak lagi kontribusi para pemikir/cendekiawan Sevilla dalam bidang astronomi dan sastra. Itulah ringkasan beberapa karya yang dihasilkan di Sevilla. Dalam tulisan ini penulis akan lebih memfokuskan kepada kontribusi tokoh Sevilla dalam bidang ekonomi Islam.

Pemikiran Ekonomi Islam di Sevilla
Adapun dalam kontribusi pemikiran ekonomi, Sevilla telah melahirkan Ibn ‘Abdun di abad ke-H/12 M. Selain Beliau ada tiga penulis hisbah yang  hidup di Andalusia yaitu Yahya bin Umar (828-901 M) asal Kordoba dengan judul ahkam al-suq, Al-Saqati dari Malaga (sekitar 500 H/1100 M)  dengan judul Kitab fi Adab al-Hisbah dan Ibn ‘Abd Rauf dari Andulusia dengan judul Fi Adabil Hisbah wa al-Muhtasib.

Ibn ‘Abdun sendiri adalah seorang ahli fikih dan muhtasib yang telah menghasilakan karya ekonomi dalam tema al-hisbah (literatur khusus sejarah pemikiran ekononomi Islam), yang berjudul Risalah fil Hisbah wal Qadha.

Karyanya memberikan sumbangan yang berharga tentang ekonomi perkotaan dan kehidupan sosial masyarakat Muslim Spanyol pada masa itu. Yaaqub (1996) dalam disertasinya berjudul The Development of the Theory of the Institution of Hisbah in Medieval Islam mengatakan bahwa Ibn ‘Abdun menjelaskan bahwa hisbah atau ihtisab mempunyai hubungan yang kuat dengan qadha (hukum), karena itu muhtasib dianggap sebagai perwakilan hakim (qadhi)  dalam memutuskan perkara hukum ketika hakim tidak ada.

Aktivitas ekonomi selalu terkait dengan aturan-aturan yang mengikatnya, dalam Islam dengan Syari’at! Click To Tweet

Beliau juga menyarankan kepada muhtasib untuk mengatur penempatan pasar untuk tiap-tiap produk dengan tepat misalnya minyak zaitun, kelinci dan unggas tidak boleh dijual di sekitar masjid karena dapat menyebabkan kotor. Dan, masih banyak lagi contoh yang beliau  jelaskan dalam bukunya. Apa yang membuat banyak sekali karya besar bidang ekonomi berkaitan dengan hisbah karena kompleksitas aktivitas perdagangan yang ada di Andalusia dan khususnya Sevilla, sehingga menyebabkan munculnya aturan-aturan atau regulasi yang berkenaan aktivitas pasar.

Sevillla merupakan gambaran kemajuan peradaban dalam lintasan sejarah Islam Click To Tweet

Sevillla merupakan gambaran kemajuan peradaban dalam lintasan sejarah Islam. Dalam kemajuan ekonomi, kita diingatkan bahwa aktivitas ekonomi selalu terkait dengan aturan-aturan yang mengikatnya, dalam Islam dengan Syari’at.

Dengan semangat Ramadhan dan semangat Sevilla dalam berekonomi harus menjadi kekuatan dalam membangun peradaban umat. Ekonomi yang kuat harus berbasis pada nilai-nilai dan prinsip Syariat yang mengatur manusia dalam melakukan aktivitas pengelolaan kekayaan yang telah Allah Ta’ala anugerahkan kepadanya.

Hisbah merupakan salah satu institusi yang mengawasi etika/perilaku manusia dalam aktivitas ekonominya agar berjalan pada track-track Syariat Islam. Semoga dengan hadirnya Sevilla kedua di Tazkia, dapat berkontribusi menghasilkan SDM ekonom-ekonom, pebisnis-pebisnis, akuntan-akuntan yang paham tentang Syariah secara kaffah sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Sevilla. Wallahu’alam bil sawab! 

More Stories
Telkom Dukung Industri Halal Nasional