Institut Tazkia
Prosesi Peresmian Institut Tazkia

STEI Tazkia Kini Institut Tazkia

Menjadi Institut, STEI Tazkia siap berkontribusi lebih luas untuk membangun Indonesia dengan ekonomi syariah.

Berawal dari 25 orang mahassiswa pada 20 tahun lalu, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia kini mengasuh 2000 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia termasuk dari Negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Filipina.

Seiring kian besarnya peran kampus pelopor ekonomi syariah ini, terutama dalam mengisi kebutuhan sumber daya insani (SDMI) ekonomi syariah, per 30 Juli 2019, STEI Tazkia resmi berubah statusnya menjadi Institut Tazkia.

“Setelah alih status menjadi Institut ini, Kampus Tazkia diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar, luas dan berkesinambungan terhadap ummat, bangsa dan negara, dapat tampil unggul baik di level nasional maupun internasional” Kata Rektor STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, hari ini.

Turur hadir dalam peresmian status dari STEI Tazkia menjadi Institut Tazkia adalah Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, Dr. M. Syafii Antonio, MEc., Kasubdit Bidang Kelembagaan, Drs. Agus Soleh, M.Ed dan Wakil Koordinator Kopertais 1 DKI Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya.

Bernaung di bawah Yayasan Tazkia Cendekia, kontribusi untuk pembangunan ekonomi Indonesia yang telah diberikan oleh Kampus Tazkia hingga saat ini cukup diacungi jempol. Seperti 2,087 alumni – alumni yang telah berkiprah sebagai pengusaha UKM dan di berbagai sektor keuangan dan non-keuangan berbasis syariah. Kiprahnya juga melebar dengan berprofesi sebagai akademisi, peneliti, serta pemberdaya masyarakat, baik di Indonesia dan luar negeri.

Di bidang penelitian, dosen dan mahasiswa Kampus Tazkia sangat aktif di pentas akademik baik di dalam maupun luar negeri serta pengabdian masyarakat telah ditekuni bersama dengan arah perkembangan umat, bangsa dan negara. Program pemberdayaan masyarakat dhuafa di sekitar Kampus Tazkia yang beralokasi di Bogor, Jawa Barat dan beberapa daerah di Nusa Tenggara Barat juga telah memberikan peningkatan yang cukup signifikan, dengan hanya puluhan anggota 10 tahun yang lalu hingga kini mencapai hampir 10,000 anggota.

Institut Tazkia memiliki tiga Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Hukum/Syariah dan Fakultas Pendidikan/Tarbiyah, dan satu sekolah pascasarjana dengan bidang Pascasarjana Ekonomi Syariah. Adapun program studi S1 yang ada yaitu Ekonomi Syariah, Manajemen Bisnis Syariah, Akuntansi Syariah, Hukum Syariah, Pendidikan Ekonomi Syariah, Diploma Mikro Keuangan Syariah. Sedangkan program studi di level  S2 adalah  Magister Ekonomi Syariah dan tidak lama lagi  akan segera dibuka Magister Akuntansi Syariah dan dalam tiga tahun ke depan program Doktor bidang Ekonomi Syariah.

Adapun konsentrasi berbasis syariah yang ditawarkan adalah sangat beragam dari program hafal quran dan wirausaha, akuntansi sektor publik, audit, kewirausahaan, perbankan, industri halal, ekonomi pembangunan, teknologi finansial, hingga agribisnis. Kampus Tazkia menyediakan fasilitas beasiswa dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah, lembaga zakat, perseorangan dan instansi keuangan syariah.

Di bidang kurikulum dan pengembangan program studi, Kampus Tazkia telah merujuk kepada sistem KKNI dan memastikan semua program studi terakreditasi dengan nilai Sangat Baik dan Unggul serta menganut sistem manajemen mutu ISO 9001:2015.  “Program internasional juga sudah dikembangkan dalam dua tahun terakhir yang diharapkan kualitas pendidikan dan pengajaran dapat sejajar dengan kampus – kampus internasional” kata Murniati menutup.

More Stories
gedung kantor pusat Bank Syariah Mandiri
Mandiri Syariah Catat Kenaikan Transaksi Elektronik 60% Momen Lebaran