Sukses Syariah 5D dan 3C

Ini tips sukses syariah dari pakar ekonomi syariah, Dr. M. Syafii Antonio.

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia menyelenggarakan wisuda periode semester genap tahun akademik 2016/2017 pada Rabu, 8 November 2017, bertempat di kampus utama. Jl. Ir. H. Juanda No. 78, Sentul City. Pada Pukul 08.00 WIB s.d selesai

Wisuda kali ini adalah wisuda dengan jumlah wisudawan terbanyak selama 5 tahun terakhir, yaitu 363 lulusan, yang terdiri 160 lulusan dari program studi Manajemen Bisnis Syariah, 115 lulusan dari program studi Akuntansi Syariah,  32 Lulusan dari program studi Ekonomi Syariah dan 23 lulusan program studi Muamalah.

Dalam sambutannya di aplikasi wisuda yang dibagikan kepada para tamu, Ketua STEI Tazkia, Dr. Syafii  Antonio M.Ec. memberi nasihat kepada wisudawan. “Di acara wisuda ke XIII ini, saya ingin memberikan beberapa nasihat kepada anak-anak didik yang sebentar lagi akan berjuang di masyarakat. Jadilah kalian orang-orang yang sukses di masyarakat. Bentuk kesuksesan tentunya akan berbeda bagi setiap orang. Oleh karena itu, Pak  Syafii ingin memberikan tips-tips untuk meraih kesuksesan. Kunci kesuksesan tersebut berada dalam akronim 5D dan 3 C:

  1. 5 D adalah “Dream, Determination, Discipline, Day to day working hard and smart, and Dua”
  2. 3 C adalah “Concept, Competencies, and Connection”

D yang pertama adalah Dream atau yang kita sebut dengan impian. Lulus dari STEI Tazkia merupakan impian dari setiap mahasiswa yang tengah menimba ilmu di perguruan tinggi ini. Sebuah impian yang tentu  tidak mudah untuk diraih. Penuh tantangan dan cobaan. “Namun, akhirnya mimpi itu menjadi nyata pada hari ini. Alhamdulillah”, kata Syafii Antonio.

Wisuda adalah impian di masa lalu, lalu apa impian di masa mendatang. Impikanlah sesuatu yang lebih besar. Percayalah bahwa apapun yang kita impikan akan dapat terwujud kelak. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam membuat impian karena ia akan menjadi nyata. Allah akan selalu membimbing hamba Nya untuk meraih impiannya.

D yang kedua adalah Determination atau usaha yang terus menerus. Impian harus terus diusahakan meskipun berbagai tantangan dan halangan selalu datang. Jangan mudah untuk putus asa. Apa yang kalian hadapi setelah lulus dari kampus ini tentunya akan lebih menantang dan lebih banyak arang yang melintang. Maka janganlah berputus asa atas rahmat yang akan Allah berikan bagi hamba Nya yang berusaha.

D yang ketiga adalah Discipline atau kedisiplinan. Kesuksesan akan menghampiri mereka yang senantiasa disiplin dalam menjalankan rencana-rencana yang telah dibuat. Oleh karena itu, janganlah suka menunda-nunda pekerjaan. Apa yang bisa dikerjakan di pagi hari, maka kerjakanlah pada waktu itu. Jangan menunda di sore hari atau bahkan hingga esok hari.

Berhati-hatilah dalam membuat impian karena akan menjadi nyata Click To Tweet

D yang keempat adalah Day to day working hard and smart. Bekerja keras dan bekerja cerdas di setiap hari. Usaha keras tidaklah cukup, tapi juga harus cerdas dalam berusaha. Kecerdasan juga tidak menjanjikan kesuksesan tanpa ada usaha yang keras. Lelah merupakan sebuah konsekuensi dari bekerja. Jangan mengeluh atas lelah yang dialami. Sesungguhnya ia adalah pelupur dosa. Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa barangsiapa yang di sore harinya letih karena telah bekerja sepanjang hari, maka dosanya akan diampuni.

D yang kelima atau D yang terakhir adalah Dua. Manusia hanya bisa berusaha. Hasil akhir; apakah kita layak untuk mencapai kesuksesan adalah hak prerogratif Allah SWT. Sebab itu, mintalah  kepada Allah untuk menggunakkan hakNya untuk menganugerahkan kesuksesan dalam setiap langkah yang kita tempuh.

Selain dari konsep 5 D yang telah dijelaskan, ada kunci kesuksesan yang lain, yakni 3 C (Concept, competence, and Connection).

C yang pertama adalah Concept. Dalam ilmu managemen organasisasi, tahap pertama yang harus dilakukan adalah planning yakni perencanaan. Apa yang telah kita impikan

hendaknya dituangkan dalam bentuk perencanaan kerja yang matang. Konsep yang jelas tentang apa yang kita tuju dan bagaimana  menggapainya adalah prasyarat kesusksesan.

C yang kedua adalah competence. Kemampuan personal sangat menentukan apakah kita layak untuk mendapatkan kesusksesan yang diimpikan. Bukankah Allah tidak membebani hambaNya kecuali sesuai dengan kemampuannya. Jika ingin menjadi seorang Direktur, maka kompetensi apa saja yang dibutuhkan oleh seorang direktur harus dapat dipenuhi. Segalah hal yang telah kami ajarkan di perguruan tinggi tiada lain adalah untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

C yang terakhir adalah connection atau jaringan persahabatan. Di dalam Islam, kita mengenal istilah silaturrahim. Ini merupakan anjuran yang senantiasa ditekankan oleh Rasulullah SAW. Menjalin hubungan dengan para mitra kerja, para stakeholder dan juga menjalin hubungan baik dengan para tetangga di rumah. Mereka yang banyak melakukukan silaturrahim dijanjikan oleh Rasulullah umur yang panjang dan rezeki yang melimpah.

More Stories
Bukopin Syariah Sukses Raih RekeningTerbanyak Tabungan Simpel iB