“Sukuk Berperan Mempercepat Pertumbuhan Industri Keuangan Syariah”

Dalam kurun waktu sepuluh tahun, Sukuk Negara memegang peran penting tidak hanya sebagai instrumen pembiayaan APBN, tetapi juga katalis perkembangan industri keuangan syariah, baik di dalam negeri maupun dunia internasional.

Demikian hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementrian Keuangan- Luky Alfirman dalam acara “Satu Dasawarsa Sukuk Negara untuk Kemaslahatan Bangsa” di Gedung Dhanapala, Jakarta, pada akhir pekan lalu.

“Peningkatan jumlah penerbitan dan kontribusi Sukuk Negara terhadap pembiayaan APBN, dengan rata-rata sekitar 30 persen dari total pembiayaan Surat Berharga Negara (SBN) setiap tahun,” jelas Luky dalam kesempatan tersebut.

Selain itu, lanjut Luky, penerbitan Sukuk Global secara rutin sejak tahun 2009, ternyata telah berhasil memposisikan Indonesia sebagai the largest international sovereign sukuk issuer.

Karena itu, menurut Luky, ke depan, Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan Sukuk Negara sebagai bagian dari creative dan innovative financing dalam pembiayaan APBN.

“Selain itu, berbagai upaya juga akan dilakukan untuk mendukung pendalaman pasar dan memperluas basis investor domestik, serta meningkatkan likuiditas Sukuk Negara di pasar sekunder, antara lain melalui inovasi instrumen, penyempurnaan infrastruktur kelembagaan dan pasar SBSN, termasuk pengembangan jalur distribusinya,” demikian tutup Luky Alfirman.

 

 

More Stories
BRI Syariah Berbagi Paket Gizi  Untuk Warga di Enam Kota