sdi syariah

Industri Keuangan Syariah Butuh Keberpihakan Pemerintah dan Pengusaha Muslim Lokal

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) – Muliaman D. Hadad yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, para pelaku industri keuangan syariah di tanah air perlu lebih memperkuat upaya-upaya didalam mengembangkan industri keuangan syariah ini untuk ke depannya, agar industri ini nantinya bisa menjadi lebih maju dan menjadi solusi bagi perekonomian bangsa Indonesia.

sdi syariah“Kita lihat aset industri keuangan syariah di Indonesia masih kurang dari 5%. Masih sangat kecil dari keseluruhan industri keuangan. Untuk itu, perlu kerja keras dari segenap pelaku untuk mengangkat industri keuangan syariah ini ke arah lebih baik,” demikian disampaikan Muliaman dalam acara Halal Bihalal Masyarakat Ekonomi Syariah di Auditorium Menara BTN di bilangan Harmoni, Jakarta (22/8/14).

Komitmen pemerintah
Sinyalemen Muliaman di atas yang menegaskan kondisi riil industri keuangan syariah di tanah air masih belum bisa berkembang secara optimal, diamini oleh Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) – Yuslam Fauzi. Yuslam menegaskan, bahwa sebenarnya permasalahan belum berkembangnya industri keuangan syariah di negeri ini adalah disebabkan karena pengembangan industri keuangan syariah selama ini yang lebih bersifat ke arah parsial.

“Kalau parsial-parsial saja, pasti hasilnya tidak akan optimal. Yang seharusnya kita lakukan adalah, pertama komitmen pemerintah. Kita tahu di Malaysia industri keuangan syariah tumbuh sangat cepat, sekarang mungkin sudah 25% atau bahkan mendekati 30% market share-nya. Itu jelas karena adanya strong support from the government. Kedua, adalah strong support dari sisi regulasi. Regulasi disini bukan hanya OJK, atau BI, melainkan semua yang terkait pengawasan regulasi di industri ini, termasuk DSN, dan para ulama. Regulasi yang diharapkan mampu mendorong dan memberikan kemudahan bagi industri, agar bisa lari lebih kencang dengan mengeluarkan produk-produk yang lebih spektakuler. Ketiga, masyarakat Indonesia yang mayoritasnya adalah Muslim, itu harus diberikan percepatan didalam memahami ekonomi dan keuangan syariah yang mengandung nilai positif untuk kepentingan ekonomi rakyat dan ummat,” papar Yuslam panjang lebar.

Menurut Yuslam, ketiga komponen di atas, yaitu pemerintah, regulasi dan masyarakat, adalah suatu kesatuan yang apabila berhasil dioptimalkan masing-masing peranannya, maka akan menghasilkan suatu peran yang luar biasa guna memajukan industri keuangan syariah di tanah air

Khusus untuk komponen pemerintah, lanjut Yuslam, dengan akan berkuasanya pemerintahan yang baru, maka menurut Yuslam, kita juga harus segera meminta komitmen pemerintah baru nantrinya, guna mendukung pengembangan industri keuangan syariah ini. Demikian Yuslam Fauzi.

Keberpihakan pengusaha Muslim 
Sementara itu, Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) – Subardjo mengatakan, persoalan tidak maju-majunya industri keuangan syariah di tanah air, adalah lebih karena di masalah keberpihakan yang keliru. Keberpihakan di sini maksudnya adalah dari para pengusaha Muslim di tanah air, yang justru selama ini cenderung tidak berpihak kepada ekonomi dan keuangan syariah di dalam mendukung bisnisnya, dan malah lebih memilih keuangan kapitalis.

“Ini bukan masalah agama, tapi ini adalah bisnis dengan sistem yang bagus. Oleh karena itu, para pengusaha Muslim di Indonesia seharusnya menyadari, bahwa keuangan syariah ini bisa dipakai atau dimanfaatkan oleh bisnis mereka. Sekarang ini pengusaha kita yang sebagian besar adalah Muslim, namun yang dipakai buat berbisnis adalah ekonomi kapitalis,” keluh Subardjo menyayangkan.

Menurut Subadjo, kalau saja para pebisnis Muslim di tanah air mau tergerak berbondong-bondong untuk memakai keuangan syariah secara massif, maka hal tersebut akan berdampak sangat signifikan terhadap perkembangan kemajuan industri keuangan syariah di Indonesia.
“Kalau para pengusaha Muslim kita mau memakai keuangan syariah, maka akan sangat berdampak signifikan. Karena siapa lagi yang akan memakai keuangan syariah, kalau bukan pengusaha Muslim kita sendiri? Tapi memang harus juga kita concernkan, bahwa keuangan syariah kita juga harus bisa menciptakan produk yang manarik dan menguntungkan bagi mereka, Produk keuangan syariah kita harus bisa mengakomodir kebutuhan dari para pengusaha Muslim tersebut, ” demikian tutup Subardjo. *

 

 

More Stories
Aliansi Selamatkan Merah Putih Dorong MUI Serukan Masiroh Kubro