Tangkis Terorisme dengan Pendekatan Budaya

Bukan memaksakan budaya kita untuk meraka, tapi justru kita harus memahami budayanya.

Wakil Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) Benny Mamoto mengatakan, terorisme adalah proses kontruksi sosial dan psikologis menyangkut ketidakpuasan dan kekecewaan ketika berhadapan dengan dinamika yang ada di sekitarnya, terdekat, luas, maupun global.

Karena itu menurut Benny, cara untuk menangkisnya harus dengan pendekatan budaya (cultural) dan bukan pendekatan kinetik (kekerasan).Sebab latar belakang munculnya terorisme adalah kebudayaan, yaitu agama.

“Tapi ketika menjadi operasional, teks suci (agama) tidak dapat digunakan begitu saja dalam kehidupan, sehingga harus diinterprestasikan maknanya dan untuk dijadikan pedoman pemeluknya.Dalam menginterprestasi, para pemeluk menggunakan kebudayaan sebagai acuan. Hasil interprestasi menjadi sistem kenyakinan,” ujar Benny dalam seminar dan bedah buku “Ancaman dan Strategi Penangulangan Terorisme di Dunia dan Indonesia”, di FISIP UI, Depok, Selasa (7/3).

Menurut Benny, kalau kita bicara pendekatan budaya, maka mau tidak mau kita harus belajar budaya satu kelompok yang sedang kita tangani. Bagaimana nilai-nilai yang berlaku, bagaimana komunikasinya, bagaimana hubungan atasan, bagaimana  penyikapinya, menyakut kesejahteraan dan sanksi.

“Dengan budaya, maka pendekatannya menjadi tepat. Bukan kita memaksakan budaya kita untuk meraka, tapi justru kita harus memahami budaya mereka sehingga pendekatannya lebih efektif,” ujarnya.

Sebagai contoh, kata Benny, ketika seseorang merasa sebagai pejuang (mujahid),  kemudian diperlakukan seeanaknya, ditekan dan sebagainya. Maka, mereka siap mati. Tapi sebaliknya ketika kita dudukan dia pada posisi terhormat diakui kehebatannya, keberiannya, keahlian dan sebagainya.Maka yang terjadi dia akan menunjukkan jati dirinya.

“Kami melakukan pemeriksaan tersangka terorisme dengan pendekatan budaya, tidak ada kekersaan hinaan, caci maki,  agama, dan bargening.Tidak ada. Yang kami lakukan bagaimanakmi membangun komunikasi yang baik, ini menjadi penting,” tegas mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini.

Pemeriksaan tersangka terorisme dengan pendekatan budaya Click To Tweet

More Stories
Masyarakat di Bogor akan Gelar Apel Siaga Tolak RUU HIP