Tazkia Rangkul Santri Papua

Santri papua tertarik untuk belajar ekonomi syariah di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia.

(BOGOR, 4/9) Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya insani (SDI) terutama untuk kawasan Timur, kampus pelopor ekonomi syariah Indonesia ini mengukuhkan kerjasamanya dengan Pesantren Nuu Waar AFKN, pimpinan KH Fadlan Garamatan.

Hal ini ditunjukkan dengan kunjungan Rektor STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin dan staf ke Pesantren Nuu Waar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam sambutannya, Murniati mengundang lebih banyak santri asal Papua yang kini masih menuntut ilmu di Pesantren Nuu Waar untuk menuntut ilmu di STEI Tazkia.

Kunjungan ini adalah dalam rangka program Indonesia Bertaawun yang digagas oleh STEI Tazkia pada 3 Juni 2018. Melalui program ini, putra-putri asal Indonesia Timur termasuk Papua diberi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa belajar tentang ekonomi syariah.

“Teruntuk Papua ada di Tazkia, mengapa karena banyak sekali sumber daya di Papua tapi tidak dikelola dengan baik. Yang mengelolanya bukan umat. Banyak sekali yang bisa kita petik dari hasil bumi Papua tapi yang memetik hasilnya itu bukan umat. Banyak sekali perubahan di Papua tapi yang membuat bukan umat. Oleh karena itu, kami ingin mencetak kader-kader perubahan, pembawa perubahan yang dapat membawa Papua menjadi lebih baik. Baik dari segi ekonomi, pariwisata agrikultur, kelautan, pertambangan, hukum, pendidikan, dan sebagainya”, kata Murniati di Bekasi, Selasa (4/7).

Sampai saat ini, sudah ada 32 santri papua yang mendapat beasiswa Indonesia Bertaawun -Tazkia Berta’awun, untuk belajar ekonomi syariah di STEI Tazkia. Secara gotong-royong, program ini dibiayai industri keuangan syariah, seperti Maybank Syariah.  “InshaAllah instansi lainnya yang kan menyusul adalah BRI Syariah dan BNI Syariah”, kata Dr. Murniati menambahkan .

Sementara, pimpinan Pondok Pesantren Nuu Waar, KH. Fadlan Garamatan menyambut dengan baik program Indonesia Bertaawn – Tazkia Bertaawun. “Kami berharap silaturahmi ini tidak hanya berhenti di sini. Tetapi kami dengan Tazkia bisa melanjutkan semangat baru untuk Indonesia. Saya sendiri yakin dengan adanya progam ini, suatu saat Indonesia, anak-anak Muslim dari Papua, akan mengibarkan bendera bisnis ekonomi syariah”, kata KH Fadlan dalam sambutannya.

Ketua STEI Tazkia yang sekaligus Koordinator Indonesia Bertaawun-Tazkia Berta’awun, Dr. Murniati Mukhlisin, mengatakan, paling tidak ada 122 daerah yang masuk kategori 3T; Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, dan yang paling panjang daftarnya adalah Provinsi Papua dan Nusa Tenggara Timur.

“Maka dari itu, kami berpikir sudah saatnya ada usaha massive secara nasional dengan asas gotong royong memberdayakan saudara-saudara kita di sana dengan pendekatan ekonomi syariah,” kata Murniati pada peluncuran program ini, Ahad (3/6).

More Stories
BNI Syariah Kerjasama KSEI Layani Rekening Dana Nasabah