Muslimah beribadah di Masjid Istiqlal Jakarta. Foto: Getty Images/ Ali Trisno Pranoto
Muslimah beribadah di Masjid Istiqlal Jakarta. Foto: Getty Images/ Ali Trisno Pranoto

Teruskan 10 Kebiasaan Ramadhan Ini, Karena Baik untuk Kamu!

Karena Ramadhan terlalu cepat berlalu, jangan sia-siakan kebiasaan baik yang sudah dilakukan. Karena selain baik, belum tentu kita bertemu Ramadhan lagi.

Ramadhan selalu berasa cepat berlalu. Juga dengan kebaikan yang biasa kita lakukan saat Ramadhan? Semoga tidak ya.

Selama Ramadhan, rasanya berbeda dari bulan lainnya. Kita jadi lebih humble. Ibadah bertambah, menahan diri pula, bahkan dari banyak kesiasiaan yang biasa kita lakukan di bulan-bulan selain Ramadhan.

Kita mengaji lebih banyak, kita menahan pandangan, pikiran buruk, pun dengan ucapan. Kita shalat malam lebih banyak, dzikir lebih banyak, dan tentunya bersedekah lebih banyak.

Semua amalan itu, ketika kini di bulan Syawal, ingatan emosional akan Ramadhan dipanggil kembali, akan terasa indahnya, damainya, khidmatnya tiap detik di Ramadhan.

Namun ketika bulan yang diberkati ini meninggalkan kita, kita mungkin menemukan bahwa kebiasaan dan praktik baik yang kita bangun selama Ramadhan juga ditinggalkan.

Jika Kamu merasa begitu, you’re not alone. Karena banyak Muslim yang merasakannya. Tentu kita tidak ingin kebiasaan baik itu hilang dari diri kita. Kita rindu khidmatnya untuk dirasakan setiap saat.

Semoga Ramadhan yang pergi tidak membawa kebiasaan baik kita bersamanya. Click To Tweet

Satu hal yang perlu dipahami, apa yang membuat kebiasaan Ramadhan begitu membekas dalam diri kita? Ya, karena repetisi, dilakukan rutin dengan tujuan yang jelas mencari ridhaNya.

Rutinitas, layaknya menyikat gigi akan berasa tidak nyaman buat kita jika tidak melakukannya sekali saja. Coba Kamu tidak sikat gigi, enakkah rasanya?

Selain itu, ada hadits yang mengatakan:

Dari ’Aisyah, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah. Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab, ”Amalan yang rutin (kontinu), walaupun sedikit.” (HR. Muslim no. 782)

Nah, berikut ini kebiasaan Ramadhan yang bisa kita lanjutkan setelah Ramadhan berlalu:

  1. Shalat Wajib Di Awal Waktu 

Tentu shalat lima waktu bukan kebiasaan Ramadhan, tapi kewajiban. Memang ini terdengar sangat mendasar, tetapi bagi banyak orang, shalat di awal waktu lima kali sehari adalah perjuangan. Tidak semua Muslim juga melakukan shalat lima waktu. Ini sulit dipungkiri. Padahal, shalat lima waktu adalah pilar Islam dan harus dilakukan jika Kamu seorang Muslim, tidak mengenal Ramadhan atau bukan.

  1. Menjaga Lisan

Ini mungkin yang lumayan sulit bagi kita. Membicarakan orang lain, gosip, berbohong, berkata kasar, bahkan fitnah, kerap tanpa disadari dilakukan. Kalau saja kita merasa tiap bulan adalah Ramadhan, maka mungkin akan lebih mudah menjaga lisan.

Lisan ibarat pisau bermata dua. Rasulullah Saw bersabda: “Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.” (H.R. al-Bukhori).

Ilustrasi orang bergosip via qerja.com
Ilustrasi orang bergosip via qerja.com

Lisan bisa membawa kebaikan, pun sebaliknya. Maka salah satu cara menjaga lisan adalah lebih baik diam ketika tidak ada hal baik yang bisa diucapkan. “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang terbaik atau diam.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

Lebih baik diam ketika tidak ada hal baik yang bisa diucapkan Click To Tweet
  1. Dekat dengan Alquran

Bisa jadi kita khatam Alquran ketika Ramadhan kemarin. Bisa sekali atau beberapa kali. Merasa puas? Ingin merasakan kepuasan yang sama? Khatamkan lagi di luar Ramadhan. Karena Ramadhan berhasil merekatkan kita dengan Alquran, sudah selayaknya hubungan ini tidak renggang lagi di luar Ramadhan.

Kalaupun tidak seintensif Ramadhan, bisa dikompromikan, misalnya jumlah halaman yang dibaca per hari. Jika pada Ramadhan kita membaca hingga 20 halaman per hari, maka di luar Ramadhan cukup 10 halaman per hari plus baca artinya. Yang penting, tetap menyentuh Alquran.

  1. Banyak Bersedekah

Memang, Ramadhan melipatgandakan pahala sedekah. Orang yang bersedekah di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya 10 sampai 700 kali lipat karena sedekah adalah amal kebaikan. Ini berdasarkan hadits berikut ini:

“Sesungguhnya Allah mencatat setiap amal kebaikan dan amal keburukan.” Kemudian Rasulullah menjelaskan: “Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna.  Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.” (HR. Muslim no.1955)

Hidangan takjil buka puasa
Hidangan takjil buka puasa via
blog.titipku.com. Banyak Muslim bersedekah hidangan buka puasa di bulan Ramadhan. Di bulan lain? Sedekah kan bisa beragam cara dan bentuk.

Tetapi, Ramadhan sejatinya hanya sebentar. Waktu yang lebih banyak untuk meraih pahala ada di luar Ramadhan. Akan lebih baik jika, banyaknya sedekah di Ramadhan kita teruskan di bulan lainnya. Dan sedekah, tidak melulu harus uang kan?

  1. Dzikir

Meskipun sepertinya  mudah, karena bisa dilakukan kapan saja, kita masih terserang malas atau lupa. Biasanya ketika dunia telah menyedot perhatian dan energi kita. Tapi ketika kita mengingat mudahnya dzikir dilakukan, dalam tiap langkah kaki kita misalnya, semoga mengubah paradigma. Misalnya dalam perjalanan dari stasiun kereta/ MRT ke tempat kerja. Selama menunggu dan di dalam angkutan umum, saat menyetir, dan sebagainya.

  1. Memohon ampunan kepada Allah

Lucunya kita, dalam doa banyak meminta ini itu, seperti karir, anak, atau dimudahkan segala urusan. Tapi mungkin kita suka lupa memohon ampunan dari Allah Swt. Di saat Ramadhan, para ulama membimbing doa-doa kita untuk memohon ampunan. Di luar Ramadhan, kesibukkan bisa jadi membawa kita jauh dari kajian-kajian bersama para ulama tersebut. Kita yang sehari-hari bergelut denan urusan duniawi, tentu lebih mudah khilaf untuk memohon ampunan kepada Allah Swt.

  1. Bersyukurlah

Karena sebenarnya Allah memberikan kita lebih dari apa yang kita harapkan. Benarkah? Sesuatu yang Kamu harapkan bisa jadi bukan yang Kamu butuhkan, sementara Allah memberikan yang Kamu butuhkan itu. Karena Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk Kamu.

Bersyukur juga adalah sebuah ketaatan. Sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).

Sering kali, kita mendapat banyak dari Allah, tapi kita tidak berterima kasih untuk itu. Nah, hari ini adalah kesempatan untuk memulai sikap lebih bersyukur.

Ilustrasi bersyukur via dtberdaya.com
Ilustrasi bersyukur via dtberdaya.com
  1. Berdoa untuk Orang Lain
Berdoa untuk orang lain, para malaikat akan berdoa untuk kita Click To Tweet

Suatu hal yang indah tentang shalat tarawih berjamaah adalah bahwa seringkali berakhir dengan imam berdoa untuk umat, sementara jamaah secara emosional menyahut dengan “amiin” di belakangnya. Kita dapat melanjutkan doa ini setelah bulan Ramadhan secara pribadi. Plus, jika kita berdoa untuk orang lain, para malaikat akan berdoa untuk kita.

“Tidak ada seorang Muslimpun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama Muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama,” (HR. Muslim no. 4912).

  1. Tersenyumlah!

Ketika Kamu marah, ambil cermin, lalu tersenyumlah. Anggap ini eksperimen psikologis. Orang yang marah akan sulit untuk tersenyum. Makanya perlu cermin untuk melihat betapa tidak mengenakkannya wajah kita saat marah.  Nah, jika Kamu mampu tersenyum setelahnya, berarti marahmu sudah reda.

Tersenyum, secara alami membuat kita merasa lebih baik. Selain, ini juga dicontohkan oleh Rasullah Saw. Apa-apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, pastinya baik untuk kita.

Senyum selalu memberikan rasa nyaman, Bella Almira via cewekbanget.grid.id
Senyum selalu memberikan rasa nyaman, Bella Almira via cewekbanget.grid.id

Sebagaimana Jarir bin Abdillah menceritakan:  “Rasulullah tidak pernah melihatku sejak aku masuk islam, kecuali beliau tersenyum”. (Sahih, H.R. Bukhari no. 250)

  1. Puasa

Setelah Ramadhan, waktu maghrib menjadi tidak seasyik saat Ramadhan. Menggembirakan iya tapi rasanya lebih menggembirakan saat Ramadhan. Puasalah yang memicu kebahagiaan itu, karena kita berbuka saat Maghrib menjelang. Setelah Ramadhan, banyak jadwal puasa yang bisa diambil sebagai sunnah. Yang paling gampang adalah puasa Senin Kamis. Yang paling dekat adalah puasa selama enam hari di bulan Syawal.

Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis Click To Tweet

Pintu surga dibuka pada Senin dan Kamis. “Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setiap hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.” (HR. Muslim no. 2565).

Ramadhan juga mengajarkan kita untuk lebih mudah beradaptasi dengan puasa. Ibarat ada mekanisme otomatis, ketika Ramadhan, kita kuat berpuasa. Jadi, sayang sekali kalau di bulan lain, kita tidak berpuasa.

Ilustrasi puasa via istock.com
Ilustrasi puasa via istock.com

Tentu saja, Kamu memiliki komentar atau alasan tersendiri mengenai kebiasaan Ramadhan yang bisa terus dilakukan setelah Ramadhan. Bisa jadi, Kamu juga memiliki daftarnya sendiri. Mengapa tidak dibagikan di kolom komentar di bawah. Oiya, jika tulisan ini bermanfaat, mohon bantuannya untuk dibagikan melalui media sosial Kamu.

Semoga bermanfaat, jazakumullah khairan katsiran.

More Stories
Lorin haul bu tien
Lorin Group Helat Haul Ibu Tien Ke-24