“The Power Of Emak-Emak”, Ibu-Ibu Bisa Jadi Pengusaha Sukses

Kiprah wanita wirausaha yang sukses dan mampu membangun karir dan bisnis dengan cemerlang, juga piawai mengelola rumah tangga, adalah inspirasi dan dedikasi kartini modern yang mampu mengaktualisasikan kemampuan multitaskingnya dengan sempurna.

Hal tersebut di atas itulah yang diharapkan dari penyelenggaraan ajang  “The Power of Emak-Emak, A Tribute to Kartini” di Depok, Jawa Barat, pada  tanggal 27-29 April 2018.

General Manager Keponesia – Adhi Pramono sangat menganggap positif penyelenggaraan acara tersebut di atas.

“Event ini adalah untuk menggugah spirit berkarya dan kiprah wanita atau Kartini modern yang sukses menerjemahkan fitrah kewanitaan dan kemampuan multitasking-nya secara sempurna,” ujar Adhi Pramono dalam pembukaan acara ini pada Jumat (27/4).

Menurut Adhi, talkshow ini adalah rangkaian dari kegiatan Mompreneur, The Power of Emak-Emak, bagaimana seorang wanita dengan kehebatan multitasking-nya mampu sukses dan menebar beragam manfaat pada lingkungannya. Selain hebat, kemampuan menikmati proses dan support dari orang terdekatnya,  membuat mereka bisa menjelma menjadi penebar semangat generasi bangsa dewasa ini.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menggugah semangat berkarya anak bangsa untuk melahirkan karya, inovasi, dan produk lokal yang mampu berdaya saing dan jadi kampiun di negeri sendiri,” jelas Adhi, yang  sering menghelat event-event berbasis isu-isu unik dan menarik, seperti Festival Jengkol, Bakulan Kuliner Nusantara, dan Mompreneur The Power of emak-Emak.

Acara “The Power of Emak-Emak, A Tribute to Kartini” ini dimeriahkan dengan talkshow Wanita Inspiratif yang menghadirkan Wakil Rektor Universitas Paramadina- Dr. Dra. Prima Naomi, MT., kemudian Ida Cholisah M.Pd., novelis sekaligus akademis yang sukses mengeksplorasi kemampuan menulisnya dengan cepat dan baik, Endah Lestari pemilik furniture dari PT Trias Cipta Ide dan CV Duta Laras Cipta, serta Lianah Andriani pemilik usaha rajutan “Pijarca”.

Ke-empat wanita Inspiratif tersebut masing-masing bercerita soal bagaimana mereka menghadapi saat-saat menyulikan dalam hidupnya. Ida Cholisah  menceritakan pengalamannya berjuang melawan penyakit kanker dan semangatnya melawan sakit paska kemoterapi. Dirinya berjuang sekuat tenaga dan hanya mengadalkan pertolongan Allah Swt untuk dapat terus hidup dan berikan kekuatan menikmati proses ini dengan baik.

“Saya merasa bahwa ini adalah takdir saya untuk dapat penyakit ini, saya bahkan menerima banyak perkataan yang tidak support atas apa yang saya derita, dan saya masih menghidupi dua anak saya yang masih sekolah ketika itu, tetapi saya yakin, semua yang kita niatkan dengan maksimal, pasti akan dimudahkan Allah Swt,” kata Ida Cholisah..

Endah Lestari pun demikian, pengusaha furniture ini juga menyatakan bahwa karyawannya yang selalu mensupport dirinya ketika dalam kondisi terdesak. “Saya seringkali bingung ketika harus mengerjakan proyek dengan pembayaran yang lama, namun anak buah saya selalu menguatkan untuk terus jalan, mereka bilang saya tidak boleh sedih dan terus berupaya pasti ada jalan keluarnya, mereka adalah penguat saya membesarkan usaha ini,” jelas Endah.

Lain hanyalnya dengan Naomi Prima, Wakil Rektor Universitas Paramadina ini menceritakan kehidupannya yang serba ‘ditawari’. “Saya ini meniti karir jadi dosen serba ditawari, kuncinya adalah taat pada suami, suami bilang jalan aja nanti ada kok solusinya, itu bagi saya sudah real supporting,” ungkap Naomi.

Sementara itu, Lianah Andriani memuai usaha rajutan fashion bayi, mulai dari uang Rp 100 ribu dan sekarang omsetnya mencapai Rp 10 juta per bulan. “Dari resign dari pekerjaan untuk anak dan keluarga, hingga saya bisa memulai usaha dari rumah dengan niat ibadah,” katanya.

Sementara itu, “Kegiatan event Bazar dan Talkshow dari rangkaian kegiatan “Mompreneur, The Power of Emak-Emaks” yang dilakukan oleh Keponesia dan disupport secara full oleh D’Kandang Amazing Farm ini bertujuan untuk mengedukasi warga sekitar dan masyarakat luas, agar lebih meningkatkan etos kerjanya untuk mengubah kehidupan, mengambil contoh pada keberhasilan para Ibu Inspiratif dan multi talenta dalam mengembangkan usahanya, mengelola SDM-nya, dan mengurus keluarganya secara bersamaan, dan bisa sukses serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

“Sosok Ibu-Ibu hebat ini yang kita butuhan untuk membangun generasi penerus yang hebat, selain terampil dan punya etos kerja yang tinggi, juga punya spirit relijius yang bisa dibanggakan, sehingga bisa menyerap semua potensi lokal menjadi lebih bernilai dan mensejahterakan warga untuk lebih berguna bagi lingkungan sekitar, agama, nusa dan bangsa,” lanjut Adhi Pramono lagi menambahkan.

Acara “The Power of Emak-Emak, A Tribute to Kartini itu sendiri,  resmi dibuka oleh Lurah Pasir Putih – Ahmad Rivai, Lc yang  mewakili Walikota Depok – KH. Muhammad Idris dalam membuka event ini secara simbolis.

“Sesuai dengan amanat Walikota Depok bahwa acara ini juga sangat bermanfaat untuk menumbuhkan spirit Kartini modern yang tetap menjadi wanita inspiratif dan memberdayakan keluarga, masyarakat, dan bangsa ini secara umum, saya yakin akan tumbuh Kartini-Kartini modern di Kota Depok dan sekitarnya dari Ibu-Ibu yang hadir saat ini,” demikian Ahmad Rivai Lc.

 

 

More Stories
alwuran dan humanistik
Pendidikan Humanistik dalam Perspektif Al Quran