Tips Edukasi Dari anak Santri R.A. Ponpes Alfalah Tunggulo Di Era Generasi Mellinnial

Oleh: Yuliana Ronikova (Sekertaris DPW FBN DKI)

Edukasi Anak-anak di era generasi millennial ditengah pandemi berlangsung karena ini menjadi sangat penting beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi.

Sekarang ini Era digital memudahkan siapa saja mengakses informasi secara mudah, kapan saja dan di mana saja. Hal ini berlaku bagi siapa saja, termasuk juga anak-anak. Minggu1/11/2020

Karenanya orangtua menghadapi banyak tantangan dalam membesarkan dan mengasuh anak-anak di era seperti sekarang. Mereka dituntut mempersiapkan anak-anaknya menjadi lebih tangguh menghadapi persaingan edukasi global. Hingga psikologi anak usia dini contoh seperti dua anak Usia dini yang cerdas dan mandiri Prabowo Zulfianto Hasan Usianya 6 tahun salah satu Santri R.A. Ponpes Alfalah Tunggulo dan Rakshan Kiyai Usianya 5 tahun. Selaku orang tua mereka di generasi jaman milenial ini memiliki cara berbeda dalam mengasuh anak-anaknya.

Utamanya, dalam hal kecenderungan mendapatkan sesuatu secara mudah Memberikan Edukasi, inovasi dan tantangan-tantangan baru di usia mereka. Untuk itulah, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam membangun kepercayaan diri dan sikap
berani mencoba tanpa merasa takut

Jadilah teladan dalam tumbuh kembang anak. Para orangtua harus menjadi cerminan yang positif bagi diri anak-anaknya. Tanamkan pada diri anak-anak tentang pentingnya proses daripada hasil yang instan. Contohnya, para orangtua bisa membuat target-target pembelajaran yang akan dicapai oleh anak-anak mereka.

Kemudian membangun kepercayaan diri pada anak-anak mereka. Pertama, berikan pengakuan atau pujian yang positif kepada anak-anak pada saat yang tepat, semisal saat mereka berhasil melakukan suatu tugas dengan baik. Interaksi orangtua dan anak ini akan mampu mendorong rasa percaya diri anak.

Kemudian fokus pada pembentukan karakter (character building) dalam pengembangan diri anak-anak. Kesepakatan antara orangtua dan anak-anak tidak hanya melalui aktivitas belajar, tetapi juga aktivitas fisik lainnya,semisal berolahraga.

Olahraga bagi seorang anak merupakan salah satu cara untuk bekerja sama, belajar kepemimpinan, kedisplinan serta kunci sukses para orangtua menjadikan anak-anak sebagai generasi pemenang dan pemimpin di masa depan. Kecakapan mental yang dibentuk oleh olahraga dapat membantu anak menghadapi berbagai tantangan di masa depannya.

Olahraga bagi seorang anak merupakan salah satu cara untuk bekerja sama Click To Tweet

Dari cara cerdas di atas , para orangtua perlu memahami bahwa rasa percaya diri anak itu sangatlah perlu dibangun sejak dini secara bertahap, baik dari segi fisik maupun jiwanya. Seperti halnya dua anak santri yang cerdas mandiri Prabowo Zulfianto Hasan (6) dan Rakshan Kiyai (5)

Dan terakhir adalah membentuk pertumbuhan tubuh yang optimal serta mental sang juara dalam diri anak, orangtua juga perlu memperhatikan asupan nutrisi dan gizi yang baik melalui makanan dan minuman bernutrisi seimbang. Sarapan merupakan salah satu momen penting untuk mencukupi asupan nutrisi dan energi anak. Minggu, 1/11/2020.

More Stories
BNI Syariah Selenggarakan Hasanah Griya Expo 2020