Tipu Daya Golbi di Kampanye “No Hijab Day”

Kampanye “No Hijab Day” dinilai sebagai tipu daya dari golongan bingung (Golbi) di Indonesia.

Hal ini dikatakan Ustaz Willyuddin A. R. Dhani dari Komunitas Cinta Tauhid dan Cinta Qur’an, Bogor. Ustaz Dhani yang juga aktivis Islam Nasional ini menilai “No Hijab Day” adalah sebuah olok-olok terhadap Islam.

“Maka kita umat Islam harus menyikapi bahwa hal tersebut adalah merupakan salah satu bentuk tipu daya dari kelompok Golbi alias golongan bingung alias golongan pengikut hawa nafsu dunia, yang bisa jadi mereka kelompok antiagama, atau setidaknya kelompok munafikuun?”, kata Ustaz Dhani kepada MySharing melalui keterangan tertulisnya (30/1).

Kelompok ini disebut golongan bingung, menurut Ustaz Dhani, karena menggunakan nama Hijrah Indonesia. Sedangkan kata “hijrah” menurutnya berasal dari bahasa Arab dan sebuah istilah dalam Al Quran yang artinya berpindah, bahkan disebutkan dalam berbagai hadits Nabi yang artinya berubah atau berpindah.

Nah  kelompok tersebut, tambahnya, malah mengajak membudayakan  “No Hijab Day” yang patut diduga  perilakunya tidak mau berubah dari tradisi jahil pamer aurat atau buka aurat, yang mana hal tersebut dilarang dalam ajaran Islam.

Menurutnya, Golbi ini sedang menebarkan tipu daya dan terus memperolok-olokkan ajaran Islam serta Syariat Allah. “Maka sikap kita sebagai Muslim harus tetap  mengikuti Rasulullah Saw yang telah diperintahkan untuk tidak terpengaruh oleh mereka.  Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-An’am 6: Ayat 68 yang berbunyi:

“Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang (kelompo orang)  yang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim.”

“Jika kampanye ini mereka ditujukan kepada perempuan Non Muslim (kaum kafir, zindik) saja maka tidak mengapa. Kaum Muslimin cukup menghormatinya. Namun khusus untuk kampanye yang dilakukan oleh Hijrah Indonesia ini, Muslim sebaiknya tidak perlu terpengaruh dan mengikutinya, karena diduga mereka ini kelompok golbi yang mungkin terdriri dari orang yang mengaku Muslim tapi Muslim abal abal”, kata Ustaz Dhani menegaskan.

Dipelopori oleh Yasmine Mohammad , kampanye “No Hijab Day” digelar melalui media sosial. Kampanye hari tanpa hijab ini dirayakan setiap 1 Februari. “Meskipun Hijrah Indonesia tidak selalu sepakat dengan pandangan-pandangannya mengenai KeIslaman, tetapi kami memahami keresahannya dalam hal hijabisasi dan niqabisasi di seluruh Dunia Muslim”, kata Admin Fan Page Hijrah Indonesia di Facebook.

Hijrah Indonesia membuatkan laman acara “No Hijab Day” di media sosial terbesar di dunia tersebut.

Golbi ini sedang menebarkan tipu daya dan terus memperolok-olokkan ajaran Islam serta Syariat Allah Click To Tweet

Dalam penjelasan acara, Hijrah Indonesia menulis “Karena itulah, Hijrah Indonesia mengajak Anda para perempuan Indonesia baik Muslim maupun bukan Muslim untuk meramaikan #NoHijabDay dengan menayangkan foto foto Anda berbusana dengan nuansa Indonesia dengan memperlihatkan kepala Anda tanpa memakai hijab/jilbab/ niqab/cadar/ kerudung dan semacamnya di akun media sosial Anda, baik instagram, facebook, maupun twitter dan blog Anda dengan hashtag #NoHijabDay dan #FreeFromHijab pada 1 Februari 2020”.

More Stories
Akankah J0k0w1 Akan Ambruk dalam 6 Bulan ke Depan? – Dr. Syahganda Nainggolan