Ustad Bachtiar Nasir pada Milad Ke-6 BNI Syariah, di Jakarta, Jumat (24/6). foto:MySharing.

Ustad Bachtiar : Gubernur Jakarta Belum Tentu Bisa Bawa Saya Ke Surga

Mana mungkin gubernur bisa melaksanakan Pancasila sila ke 4, kalau belum melaksanakan sila 1.

Pada sebuah acara Ramadhan beberapa waktu lalu,  Ustad Bachtiar mengaku mengungkapkan perasaannya kepada gubernur Aceh. Bahwa, ia merasa bahagia berada di Aceh.   “Karena di Jakarta, gubernur saya kafir. Aceh, pemimpinnya Muslim. Gubernur Aceh bisa bawa saya ke surga, tapi gubernur Jakarta belom tentu bisa bawa saya ke surga. Yang nggak suka diam saja, karena masih banyak orang Islam tapi agamanya kurang selamat,” tukasnya.

Ustad Bachtiar memuji gubernur Aceh, Zaini Abdullah, yang dalam kepemimpinannya menegakkan syariat Islam tanpa rapuh goyangan politik. Utamanya dalam pengembangan keuangan syariah, yakni bank syariah.

“Gubernur bilang kepada saya tidak ada spin off. Semua bank di Aceh harus syariah, tidak boleh ada istilah spin off. Saya suka radikalnya Aceh ini, bisa nggak bisa urusan belakangan. Tapi yang jelas bergeraklah dulu dengan sebuah cita-cita besar,” papar Ustad Bachtiar pada sebuah acara Ramadhan di Jakarta,  beberapa waktu lalu.

Menurutnya, gubernur Aceh berani melakukan hal-hal besar dalam menegakkan syariat Islam. Masyarakat yang selama ini menjadi nasabah bank berplat merah itu akan tetap mempercayakan uangnya pada bank versi baru yang menggunakan prinsip syariah secara utuh.

Arah Bank Aceh Syariah dirumuskan agar dapat menjadi solusi alternatif atas berbagai pandangan terhadap praktik ekonomi ribawi, terciptanya sistem keuangan syariah yang kuat dan handal, baik pada skala nasional dan regional. Terpenting adalah Bank Aceh Syariah diharapkan dapat memperkuat fundamental perekonomian daerah dan masyarakat, serta dalam upaya untuk penerapan syariah Islam secara utuh dan menyeruluh di Aceh.

Kembali Ustad Bachtiar menegaskan, mana mungkin Gubernur bisa melaksanakan Pancasila sila ke 4, kalau belum melaksanakan sila 1 yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurutnya, harus benar dulu agamanya, harus salamatan fiddinii, baru bisa keadilan,  maka bisa wabarokatan firrizki.

”Maaf sama pendukung Ahok.Nggak apa-apa karena politik dan ekonomi tidak bisa dipisahkan kalau orang itu selamat agamanya, pasti yang diperioritaskan dalam hidupnya agamanya bukan yang lain,” tegasnya lagi.

Kalau kita beragama, yang diperioritaskan dalam hidup mestinya agama Click To Tweet

Menurut Ustad Bachtiar, tidak mungkin syariah bisa jalan kalau syariat Islam belum menjadi pondasi umat yakni selamat agamanya (salamatan fiddinii). Rasulullah SAW, kata Bachtiar, sebagai tauladan contoh syariah datang ke dunia untuk membawa agama Islam.

”Saya becanda kepada Gubernur Aceh. Pak, orang-orang Jakarta itu kalau syariah mau, tapi kalau syariat nggak mau. Sempet binggung beliau, dan bertanya maksudnya apa Ustad? Emang apa bedanya padahal cuma ‘h’ dan ‘t’ belakangnya?,” paparnya Bachtiar mengulang ucapan ketika keduanya bertemu di Aceh.

Dalam penerapan syariat Islam, lanjut dia, harusnya hidup dengan berpegang pada penggapaian hakekat keselamatan akherat. Jika umat berpegang pada hakekat akherat yang hakiki,  maka diyakini bisa keluar dari kesesatan hidup, termasuk kesesatan ekonomi syariah yang market sharenya di kisaran 5 persen.

Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mencontohkan, yakni kehidupan warga Luar Batang Jakarta Utara. “Di Jakarta Utara itu oleh Gubernur yang zalim ini, maunya sih diusir, tendang, dikencingi lalu warga pergi dengan menggunakan dana dan alat negara untuk kepentingan yang tidak tepat,” ungkapnya.

Namun, ungkap dia lagi,  setelah kepolisian dan TNI angkatan darat mengevaluasi diri tidak ingin menjadi tentara dan polisi bayaran untuk kepentingan orang-orang yang ingin mengusir pribumi dari tanahnya.

Menurutnya, ada hal menarik, yang tadinya warga Luar Batang dibohongi atas nama regulasi, Kamal Muara itu sudah dipetakan oleh Pantai Indah Kapuk II, warga  akan diusir dengan alasaan akan jadikan  tanggul untuk main golf mereka di pulau C dan D

Namun, setelah  ada orang-orang yang berani dengan pemikiran hakekat keselamatan akherat bukan hanya dunia saja. Kemudian mencari keberkahan mempertahankan Indonesia yang 70 persen tanah Jakarta sudah 2 persen di tangan orang-orang yang tidak berpihak kepada Indonesia.

Bachtiar Nasir: tidak mungkin bersyariah jika syariat belum menjadi pondasi umat Click To Tweet

“Ketika orang Luar Batang berani bersatu kemudian berani menegakkan kebenaran. Hari ini,  tanah mereka yang tadinya mau dikencingin Ahok lalu kemudian dicuri begitu saja sudah ada yang mulai nawar tanahnya 30 juta permeter. Padahal di Tebet yang bagus itu, paling tinggi 25 juta permeter,” papar Ustad Bachtiar.

More Stories
Mandiri Syariah Dukung Pertamina Trans Kontinental Pembiayaan Investasi Pengadaan Kapal