Wakaf Asuransi Lebih Menguntungkan

Investasi wakaf produk link, bagi hasilnya tidak harus menunggu meninggal.

Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Nadratuzzam Hosen menyebutkan, ada beberapa keuntungan dalam wakaf manfaat asuransi. Yakni, jika dalam asuransi jiwa, manfaatnya adalah pada saat seseorang meninggal, maka ahli waris bisa menerima maksimal 14 persen dari wakaf.

“Berinvestasi yang namanya wakaf, produk link atau produk investasi. Itu tidak harus  menunggu meninggal, karena keuntungan investasinya bisa diberikan,” kata Nadratuzzam di Jakarta, belum lama ini.

Dijelaskan dia, bahwa hal yang sama juga berlaku dengan bank. Dikarenakan lembaga keuangan ini sebagai lembaga perantara yang sangat efektif lantaran memiliki legalitas. Bank merupakan lembaga yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bank Indonesia (BI).

Sehingga, lanjut dia,  pola pengembangan wakaf modern memang harus mengikuti lembaga keuangan modern. Apalagi, transaksinya juga bisa dengan e-money maupun secara digital sehingga sangat mudah. “Kalau zaman dahulu kan, orang mau wakaf diantar panitia. Tapi sekarang ini dengan m-banking saja bisa,” ujarnya.

Adapun keuntungan dari wakaf manfaat asuransi ini, dijelaskan Nadratuzzam, adalah kemudahan dan kecepatan didukung oleh teknologi yang mumpuni. Sehingga terus memberikan kemudahan terhadap lembaga keuangan. Selain itu, kata dia, wakaf model ini juga mempercepat akselerasi dana wakaf untuk membangun rumah sakit, sekolah, maupun fasilitas sosial lainnya.

“Lembaga wakaf sebagai nazir wakaf, tinggal menerapkan good governance yang transparan, dan lembaga keuangan yang membantu juga  harus transparan,” tukasnya.

Sehingga menurutnya, ketika orang yang memberikan wakaf, merasa wakafnya itu sampai dan apa yang diinginkan dapat dicapai. Pemberi wakaf juga merasa kerjasama antara wakaf dan lembaga keuangan adalah lembaga yang terpercaya dan hasilnya bisa dilihat secara nyata. Karena kepercayaan harus dibangun. Kalau tidak dibangun, pemanfaatan wakaf kurang maksimal.

Dirinya juga melihat lembaga keuangan syariah yang mengumpulkan dana wakaf seperti itu akan stabil dan proporsional.  Dampaknya, wakaf manfaat asuransi akan meningkatkan stabilitas lembaga keuangan dan bermanfaat untuk masyarakat, dan keyakinan masyarakat bisa bertambah sebab dana mereka betul -betul sampai.

Oleh sebab itu, menurut dia,  kalau disimpan dengan baik oleh lembaga keuangan, maka dana wakaf akan bertambah dan pembiayaan menjadi murah karena ada dana yang disimpan. ”Sehingga, walaupun wakaf adalah gerakan sosial, tapi gerakan ini manfaatnya akan menggerakkan ekonomi,” pungkas Nadratuzzaman.

 

More Stories
BNI Syariah Gelar ELSYA MES Goes To Campus Universitas Andalas