Wakil Ketua BWI - Imam T Saptono (kedua dari Kiri) berbicara di FGD “Wakaf Linked Sukuk” baru-baru ini di Jakarta.

Wakaf Linked Sukuk Segera Diluncurkan

Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) – Imam T Saptono dalam acara FGD “Wakaf Linked Sukuk” baru-baru ini di Gedung BNI Syariah, Jakarta, mengungkapkan, wakaf  dapat menjadi salah satu solusi guna mengatasi problematika ekonomi bangsa. Bahkan bisa mengembalikan kedaulatan Negara.

Menurut Imam, salah satu langkah konkrit instrument wakaf didalam menjadi solusi kedaulatan Negara adalah dengan penerbitan Wakaf Linked Sukuk dalam waktu dekat ini pada acara International Monetary Fund – World Bank (IMF-WB) 2018 di Bali.

Wakaf Linked sukuk ini rencananya akan diluncurkan oleh Kementerian Keuangan dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada momen IMF-WB 2018 tersebut.

Menurut Imam, Wakaf Linked Sukuk ini adalah instrumen wakaf pertama yang dikelola menggunakan Surat Berharga Negara (SBN).

Imam melanjutkan, pada awalnya dana yang terhimpun dari Wakaf Linked Sukuk ini akan  dibelikan SBSN,  sehingga nilainya bisa terjaga. Setelah semakin berkembang literasi wakaf,  nantinya dana yang terhimpun dari instrument Wakaf Linked Sukuk ini bisa saja diperuntukkan  ke direct project dari BWI.

Wakaf Linked Sukuk ini rencananya akan diluncurkan dengan nama Sukuk Wakaf SW-001 senilai Rp 100 miliar, memiliki tenor 5 tahun dan imbal hasil 8,00 persen.

“Masyarakat bisa membeli Sukuk Wakaf ini mulai dari dana Rp1 juta. Namun tidak ada batasan maksimal untuk pembelian,” jelas Imam.

Untuk masyarakat bisa dengan lebih mudah mengakses  instrument Wakaf Linked Sukuk ini, jelas Imam, BWI bekerjasama dengan lembaga keuangan syariah (LKS), seperti; BNI Syariah, Bank Muamalat, dan Amanah Fintech.

Imam lalu menambahkan, Wakaf Linked Sukuk ini mempunyai nilai strategis bagi Pemerintah, karena surat berharga ini adalah sumber dana alternatif dengan margin murah dan penerbitannya tidak akan APBN maupun APBD.

“Sukuk berbasis wakaf ini bisa mengurangi ketergantungan hutang luar negeri Pemerintah, serta dapat menstabilkan ekonomi makro,” tandasnya.

Sementara itu, lanjut Imam, Wakaf Linked Sukuk ini juga akan menjadi  instrument yang menarik bagi masyarakat. Karena Wakaf Linked Sukuk ini merupakan instrument investasi sekaligus beramal yang aman, karena dijamin oleh Pemerintah R.I.

“Masyarakat sendiri juga dapat memastikan, obyek pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tandas Imam T Saptono.

Menurut Imam, pada tahap awal, nantinya dana Wakaf Linked Sukuk ini bisa dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan daerah yang baru saja terkena musibah bencana alam, seperti Lombok dan Palu.

More Stories
BNI Syariah Gelar Pelatihan Manajemen Masjid Mall