Wanita pembawa anjing

Wanita Pembawa Anjing ke Mesjid Dilaporkan atas Kasus Penganiayaan

Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) Al Munawaroh, Sentul City memberikan menuntu Suzethe Margaret (SM) diadili karena telah melukai penjaga masjid.

Sebagaimana diketahui, pada Ahad (30/6) viral video seorang wanita bersepatu membawa anjing ke dalam Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor. Wanita yang belakangan dikenal bernama Suzethe Margaret itu mengaku berniat memprotes DKM bahwa suaminya akan menikah lagi di Mesjid Al Munawaroh.

Terjadi percekcokan antara penjaga masjid dan SM, juga dengan beberapa jamaah. Setelah polisi datang dan mengamankan SM, beredar video pemeriksaan terhadap penjaga masjid bernama Ishak. Berdasarkan kejadian itu, DKM Al Munawaroh memberikan klarifikasi bahwa tidak benar jika dikatakan akan ada pernikahan suami SM di Mesjid Al Munawaroh.

“Dalam catatan saya sebagai sekretaris DKM Al Munawaroh, tidak ada catatan agenda pernikahan atas nama suaminya, yang akan menikah di Mesjid Al Munawaroh. Mesjid Al Munawaroh jelas tidak mungkin menikahkan seseorang yang beragama selain Islam. Semoga klarifikasi ini bisa meluruskan berita yang simpang siur dan mencemarkan nama baik Mesjid Al Munawaroh Sentul City, terutama emak emak yang ikut resah terkait issu pernikahan”, kata Sekretaris DKM Al Munawaroh, Ruslan A. Suhady.

Ruslan juga menerangkan bahwa dari percekcokan tersebut, salah satu staf masjid terluka, sobek bibirnya dan goyang gigi depannya, yang menurut keterangan sang staf tersebut, dipukul oleh pelaku.

“Kasus penganiayaan ini telah kami laporkan ke Polsek Babakan Madang, sore 30 Juni 2019, yang kemudian dilimpahkan kasusnya ke Polres Bogor. Staf tersebut juga telah menjalani visum di RS EMC Sentul City. Semoga pelaku dapat diadili dengan seadil adilnya karena telah menodai mesjid sebagai rumah ibadah umat Islam”, kata Ruslan menambahkan.

Terkait keterangan dari suami pelaku bahwa pelaku sudah lama mengalami gangguan kejiwaan, maka, menurut Ruslan, yang dapat membuktikan hal tersebut adalah keterangan dokter ahli dari Rumah Sakit. Menurut informasi saat ini pelaku sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diperiksa, apakah dia benar benar mengalami gangguan jiwa.

Ini adalah ujian kesabaran yang kesekian kalinya untuk kita sebagai imat Islam. “Semoga ada hikmah yang besar atas kejadian ini. Dan semoga aparat kepolisian dapat segera menuntaskan kasus ini dengan sebaik baiknya”, kata Ruslan berharap.

More Stories
Rumah Zakat Tangerang Salurkan Paket BBP di Pesantren Ibtidaul Hasan