PT Bank Negara Indonesia (BBNI) Tbk (Persero), akan menjaga Net Interest Margin (NIM) di kisaran 6 persen hingga akhir 2015.

Sementara itu, Direktur BNI, Rico Rizal Budidarmo menuturkan, beban operasional BNI mengalami peningkatan sebesar 22,7 persen dari Rp 3,45 triliun pada kuartal I-2015 menjadi Rp 4,23 triliun. Namun, menurutnya, peningkatan beban tersebut diimbangi dengan peningkatan pendapatan nonbunga sebesar 23,8 persen dari Rp 2,3 triliun menjadi Rp 2,94 triliun.
Hal tersebut, lanjutnya, membuat NIM BNI masih terjaga di level yang cukup baik. NIM BNI yang saat ini lebih dari 6 persen juga tentunya didukung oleh pertumbuhan kredit pada kuartal I-2015. “Meskipun pertumbuhannya masih lebih kecil dibandingkan pertumbuhan kredit periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya. Baca: BNI Cetak Laba Bersih RP 2, 82 Triliun
- Bank Mega Syariah Rayakan Harpelnas 2026 Berikan Layanan Medical Check-Up Gratis untuk Nasabah
- Bank Muamalat Indonesia Menutup Rangkaian Kegiatan HUT RI ke-81 dengan Meriah
- CIMB Niaga Hadirkan Beragam Apresiasi untuk Nasabah di Hari Pelanggan Nasional 2026
- Bank Muamalat Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Tempatkan Nasabah sebagai Pusat Inovasi
Lebih lanjut ia menjelaskan, penyaluran kredit BNI pada kuartal I-2015 tumbuh sebesar 9,1 persen, dari Rp 247, 12 triliun pada kuartal I-2014 menjadi Rp 269,51 triliun. Sedangkan dari sisi libilitas, ditengah persaingan ketat industri keuangan Indonesia dalam mendapatkan dana pihak ketiga (DPK), pada kuartal I-2015, BNI tetap fokus pada upaya menghimpun dana murah atau current account saving account (CASA).
DPK BNI pada kuartal I-2015 mencapai Rp 305,15 triliun atau tumbuh 11,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. “Dari total DPK yang komposisinya masih didominasi CASA sebesar 63 persen. Kami akan tetap mempertahankan NIM, kira-kira 6 persen di akhir tahun 2015. Ini untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan BNI,” tukasnya.

