Kinerja BRI Syariah Tetap Bagus, Meski Ekonomi Melambat

[sc name="adsensepostbottom"]

Meski situasi ekonomi makro dan mikro di tanah air terus melambat dalam setahun terakhir ini, namun PT Bank BRI Syariah (BRI Syariah) tetap mampu menunjukkan kinerja bisnis yang cukup signifikan.

BRI Syariah“Secara year on year (y-o-y), kinerja keuangan Bank BRI Syariah pada bulan Mei 2015, apabila diperbandingkan dengan kinerja pada bulan Mei tahun 2014 terlihat mengalami pertumbuhan. Aset yang tercatat pada akhir bulan Mei 2014 adalah sebesar Rp 21,81 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp 4,02 triliun atau naik 22% dibandingkan dengan aset bulan Mei 2014 yang sebesar Rp17,79 triliun,” demikian hal tersebut diungkapkan Direktur Utama BRI Syariah – Moch Hadi Santoso akhir pekan lalu di Jakarta.

Menurut Moch. Hadi Santoso, peningkatan aset secara year on year pada Mei 2015 terlihat dominan ditunjang oleh dana pihak ketiga yang mengalami pertumbuhan sebesar Rp3,09 triliun, dimana pada akhir Mei 2015, dana pihak ketiga adalah sebesar Rp 18,3 triliun.

“Pertumbuhan aset secara year on year diantaranya tercermin pada peningkatan pembiayaan yang disalurkan, yang naik sebesar Rp 1,62 triliun (posisi akhir Mei 2015 adalah Rp 15,6 triliun) serta penempatan pada Bank Indonesia sebesar Rp 1,35 triliun,” jelas Moch Hadi Santoso lagi.

Sementara itu, lanjut Moch Hadi Santoso, perbandingan laba yang dibukukan secara year on year pada bulan Mei 2015 memiliki pertumbuhan sebesar Rp 26,85 miliar, dimana pada akhir bulan Mei 2014 laba yang dibukukan sebesar Rp 23,88 miliar, sementara pada bulan Mei 2015, laba yang dibukukan meningkat menjadi sebesar Rp 50,73 miliar.

Menurut Moch. Hadi Santoso, strategi bisnis BRI Syariah menititberatkan pada sektor ritel, khususnya segmen mikro, dan juga pembiayaan sektor komersial dan segmen konsumsi.

Moch Hadi Santoso sendiri merasa optimistis, bahwa target proyeksi pertumbuhan pembiayaan BRI Syariah di tahun 2015 ini akan mampu mencapai 20%. Proyeksi tersebut, menurut Hadi, masih lebih tinggi dari target industrinya sendiri yang masih berada di kisaran 15%-17%.