Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perkembangan dan profil risiko di industri jasa keuangan hingga awal November 2014, secara umum berada dalam kondisi normal. Penilaian tersebut merupakan kesimpulan Rapat Bulanan Dewan Komisioner OJK yang digelar rutin pada minggu kedua setiap bulan untuk mengevaluasi perkembangan dan profil risiko di industri jasa keuangan.

Sebagian besar kenaikan NAB Oktober berada dari net subscription sebesar Rp 5,8 triliun. Nilai portofolio investasi meningkat sebesar Rp 771 miliar, sedangkan reksa dana saham tercatat melakukan penambahan peningkatan dana secara signifikan. Sedangkan nilai investasi dana pensiun per September 2014 relatif stabil dibandingkan Agustus 2014 sebesar Rp 173 triliun
Nilai investasi asuransi per September 2014 turun sebesar 2,18% menjadi Rp 591,9 triliun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 605,1 triliun. Aset perusahaan pembiayaan per September 2014 tercatat Rp 417,1 triliun meninhkat 1,15% (mtm) atau 6,55% (yoy). Sementara untuk profil risiko, pada pasar modal nilai transaksi perdagangan saham pada Oktober meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara bid-ask spread mengalami pelebaran dibandingkan bulan sebelumnya.
Risiko kredit lembaga jasa keuangan secara umum berada pada level yang relatif rendah. Risiko pada perbankan relatif rendah, kualitas kredit stabil, tercermin dari NPL yang rendah dan stabil. Perlu diwaspadai konsentrasi kredit pada debitur inti yang relatif tinggi, dan porsi kredit valas terhadap perubahan nilai tukar. Perusahaan pembiayaan per September 2014 financing to asset ratio (FAR) dan nonperforming financing (NPF) perusahaan pembiayaan relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Perlu tetap diwaspadai potensi peningkatan suku bunga terhadap tingkat NPF.
Begitu pula risiko pasar industri jasa keuangan relatif rendah. Di sektor perbankan risiko masih dikategorikan rendah dengan rata-rata posisi devisa netto di bawah 3% selama setahun terakhir, jauh dibawah batas ketentuan 20%.
Nilai investasi asuransi sedikit menurun dan investasi dana pensiun relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Reksa dana, investasi membukukan peningkatan nilai pada seluruh instrumen utama. Perusahaan pembiayaan, tingkat utang (gearing ratio) perusahaan pembiayaan mengalami kenaikan tipis, sementara eksposur utang luar negeri (ULN) perusahaan pembiayaan per September mengalami peningkatan yang dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah pada bulan tersebut.

