Menjelang bulan suci Ramadhan, dan apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri (Lebaran), tak terelakkan lagi pasti akan terjadi kenaikan dari harga bahan-bahan pokok, dan juga bahan-bahan kebutuhan sekunder. Nah, bagaimana strategi perencanaan keuangan kita guna menyikapi kenaikan harga-harga tersebut?
Tentu saja kenaikan harga-harga menjelang Ramadhan dan Lebaran yang sudah menjadi tradisi menahun tersebut, adalah sebuah kenyataan yang mau tak mau harus kita hadapi
Penyikapan yang bijak dan juga cerdas dalam strategi perencanaan keuangan, baik bagi mereka yang masih sendiri (single), maupun yang sudah berkeluarga, tentunya harus dilakukan agar keuangan kita tetap bisa mencukupi kebutuhan hidup yang layak pasca kenaikan harga-harga menjelang Lebaran kali ini.
Menurut praktisi perencana keuangan – Mike Rini Sutikno guna mengantisipasi kenaikan harga-harga yang terus melambung menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, maka hal paling urgent dilakukan adalah kita harus melakukan penghematan atau efisiensi.
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
- BCA Syariah dan Istiqlal Halal Center Serahkan Sertifikat Halal untuk 49 UMKM
- CIMB Niaga Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di Asian Banking & Finance Awards 2026
Penghematan yang harus dilakukan tersebut, menurut Mike Rini, jangan disalahartikan sebagai pemotongan biaya. Namun penghematan itu bisa dilakukan dengan cara mengoptimalkan setiap nilai rupiah yang akan kita keluarkan.
“Kalau dahulu kita bayar 100, lalu dapat 100. Maka dengan penghematan, kita bayarnya hanya 80, tapi tetap mendapat manfaat 100. Artinya kita bisa menyiasati mengeluarkan biaya yang lebih sedikit, untuk manfaat yang sama,” saran Mike Rini.
Selain langkah-langkah penghematan, lanjut Mike Rini, langkah lainnya yang bisa kita lakukan adalah, kita bisa mengupayakan menciptakan sumber-sumber pendapatan baru, selain sumber pendapatan yang regular selama ini.
Kita dalam hal ini, bisa kreatif menciptakan usaha sampingan selama bulan Ramadhan.Tak perlu malu, yang penting bisa menambah income, sehingga adanya kenaikan harga-harga di saat bulan puasa dan Lebaran menjadi tidak lagi memberatkan bagi kita dan keluarga.
Usaha-usaha sampingan yang bisa menambah income saat bulan Ramadhan adalah misalnya, berjualan kolak dan hidangan buka puasa, menerima pemesanan kue-kue lebaran, berjualan baju lebaran, menawarkan pesanan parsel Lebaram, dan semacamnya.

