Rumah Zakat membukukan rerata pertumbuhan penghimpunan zakat per tahun sebesar 25 persen.

Chief Executive Officer Rumah Zakat, Nur Efendi, mengatakan secara rata-rata penghimpunan dana zakat tumbuh sekitar 25 persen. “Di tahun ini juga begitu, setidaknya minimal 25 persen. Alhamdulillah di tahun ini sudah tumbuh sampai 21 persen,” katanya, ditemui disela-sela seremoni penyerahan ambulans gratis Bank DKI kepada Rumah Zakat, Rabu (28/1).
Pada tahun lalu Rumah Zakat berhasil menghimpun dana hingga Rp 200 miliar. Sebagian besar dana tersebut berasal dari perseorangan (80 persen), sedangkan sisanya dari komunitas dan perusahaan. Penyalurannya sebagian besar ke program pemberdayaan ekonomi sekitar 35 persen, diikuti oleh kesehatan 25 persen, pendidikan 20 persen, dan lain-lainnya (e.g bantuan bencana) 20 persen.
“Seluruh dana zakat yang dihimpun langsung disalurkan kepada masyarakat, misalnya seperti pemberdayaan ekonomi berupa pemberian bantuan usaha tidak hanya memberi bantuan dana, tetapi juga pelatihan,” jelas Nur. Sementara, untuk program kesehatan umumnya disalurkan untuk kebutuhan operasional rumah sakit dan klinik gratis, serta ambulans.
Di bidang pendidikan, Rumah Zakat juga memiliki Sekolah Dasar Juara, SMP dan SMA bagi siswa kurang mampu, hingga pemberian beasiswa. Di tahun ini lembaga zakat yang berbasis di Bandung ini juga menyediakan politeknik. Nur mengungkapkan saat ini pihaknya sedang dalam tahap proses perekrutan dosen dan mahasiswa yang berminat.
“Daya tampung mahasiswanya sementara berjumlah 25 orang dulu dengan fokus di jurusan akuntansi. Jadi masih fokus di sana dan kami lihat dulu hasilnya tahun ajaran ini, jadi belum ada penambahan jurusan dulu,” paparnya. Politeknik Rumah Zakat tersebut berada di Bandung, Jawa Barat.

