wakaf al azhar

2015, Wakaf Al Azhar Fokus Pada Tiga Program Utama

[sc name="adsensepostbottom"]

Wakaf produktif di Indonesia telah mulai gencar dilakukan beberapa tahun belakangan ini. Tak hanya terbatas pada aset berupa bangunan, tetapi juga hingga ke perkebunan.

wakaf al azharDirektur Eksekutif Wakaf Al Azhar, Muhammad Rofiq Lubis, menuturkan di tahun ini pihaknya memiliki tiga program utama penghimpunan wakaf. “Tiga program utama ini lanjutan dari tahun sebelumnya, yaitu program untuk bis pariwisata, properti dan perkebunan,” kata Rofiq kepada mysharing, Selasa (13/1).

Ia menjelaskan pada tahun lalu Wakaf Al Azhar telah membeli lima unit bis pariwisata dan kini bis tersebut disewa oleh Exxon Mobile selama tiga tahun untuk digunakan oleh karyawannya di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Di tahun ini Wakaf Al Azhar menargetkan menambah tiga unit bis. Baca: Wakaf Korporasi, Evolusi Baru Wakaf

Sementara terkait rencana pengadaan bis pariwisata bagi jamaah umroh di Mekkah yang dicanangkan beberapa waktu lalu, Rofiq mengungkapkan pihaknya sudah mulai menjajaki peluang tersebut. “Namun menurut usulan dewan pengawas syariah kami sementara ini pengadaan bis pariwisata dilakukan di Indonesia dulu agar bisa mempelajari bisnis bis pariwisata dan untuk mempermudah pelaksanaan bisnisnya nanti di Mekkah,” jelas Rofiq.

Di sisi lain, untuk program properti Rofiq mengatakan bahwa secara umum wakaf properti difokuskan di wilayah Jakarta. Wakaf Al Azhar menerima tanah hingga bangunan rumah untuk diberdayakan, sehingga menghasilkan dana yang terus bergulir. Dalam tiga tahun depan, lanjut Rofiq, pihaknya pun berencana membangun rumah susun tiga tingkat di atas lahan wakaf seluas 2500 meter persegi. Nantinya rumah susun yang berada di Kembangan, Jakarta Barat ini akan disewakan. Baca Juga: Belajar Dari Malaysia: Bersatunya Lembaga Demi Wakaf

Sementara, untuk di daerah luar Jakarta, program wakaf yang lebih difokuskan adalah yang terkait dengan perkebunan. Rofiq mengatakan program wakaf perkebunan yang didorong adalah untuk perkebunan kelapa sawit, kayu jabon dan buah lokal. “Nantinya untuk jangka panjang, wakaf perkebunan ini akan kita kombinasikan misalnya tidak hanya kelapa sawit tetapi ada karet juga,” ujar Rofiq. Lokasi wakaf perkebunan diantaranya berada di Sumatera dan Kalimantan. Di tahun ini Wakaf Al Azhar menargetkan penghimpunan wakaf tunai mencapai Rp 4 miliar. Pada 2014 wakaf tunai yang terkumpul sebesar Rp 2 miliar.