7 Rektor PTN di Bogor Imbau KPU dan Bawaslu Bertugas Profesional

Di lain pihak, diimbau juga kepada para pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPU dan Bawaslu untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Pelaksanaan Pemilu presiden dan anggota legislatif di Indonesia adalah amanat konstitusi. Amanat UUD Tahun 1945. Juga amanat yang tertuang dalam perundangundangan

tentang pemilu. Lembaga yang diberi amanat untuk melaksanakan Pemilu itu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU), mulai tahapan perencanaan, proses sampai dengan penetapan hasilnya.

“Pemilu hakikatnya adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat untuk mewujudkan hak asasi politiknya. Pemilu ini adalah proses demokrasi yang harus dilalui untuk mewujudkan

Indonesia yang maju, beradab, bermartabat, berkeadilan, harmonis dan sejahtera”, sebagaimana siaran pers yang diterima MySharing, Kamis (9/5). Pemilu sendiri bertujuan untuk memilih presiden dan wakil presiden, memilih wakil-wakil rakyat untuk duduk di DPR, DPD, dan DPRD tingkat I dan tingkat II.

Oleh karena itu, pada Kamis, 9 Mei 2019/4 Ramadhan 1440 H, tujuh rektor perguruan tinggi di Bogor berkumpul untuk mengimbau kepada masyarakat, agar bisa menyikapi pemilu dengan bijak. Delapan rektor tersebut adalah: Prof. Dr. Bibin Rubini, MPd (Rektor Universitas Pakuan), Dr. Arif Satria, SP, MSi (Rektor IPB University), Dr. Ending Baharuddin, MAg (Rektor Universitas

Ibn Khaldun Bogor), Dr. Ir. Dede Kardaya, MSi (Rektor Universitas Djuanda), Dr. Ir. Yunus Arifien, MSi (Rektor Universitas Nusa Bangsa), Dr. H. Edi Sukardi, MPd (Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor), dan Dr. Murniati Mukhlisin, MAcc (Ketua STEI Tazkia).

Baca juga:Ekonomi Syariah Lebih Maju Jika Situasi Politik Stabil

Menurut para rektor ini, “Pemilu presiden dan anggota legislatif secara serentak tahun 2019 telah selesai dan berjalan lancar. Tinggal menunggu hasilnya, yang saat ini prosesnya sedang berjalan di KPU”. Berdasarkan jadwal tahapan Pemilu 2019, KPU akan mengumumkan hasilnya secara resmi pada 22 Mei nanti.

Masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sikap para elite di Pilpres 2019 Click To Tweet

Akan tetapi, selama masa kampanye sampai dengan saat ini, telah terjadi banyak hal di berbagai daerah di seluruh Indonesia yang erpotensi menganggu stabilitas kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, para rektor perguruan tinggi di Bogor Raya memandang perlu untuk menyampaikan:

7 Pesan Bogor

  1. Kami mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPU bertugas dalam menyelesaikan kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan;
  2. Kami mengimbau KPU dan Bawaslu untuk bertugas profesional, jujur, adil, independen, transparan, dan bertanggung jawab sesuai tahapan pemilu sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu tetap terjaga.
  3. Kami mengajak seluruh elite dan elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas sosial dan politik agar tercipta suasana yang damai, harmonis, dan sejuk setelah pemilu 2019;
  4. Dari hasil pemilu setelah ditetapkan KPU, bila ada hal yang dianggap sebagai masalah, kami mengajak semua pihak untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang sah dan jalur hukum yang berlaku;
  5. Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sikap para elite yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara politik maupun sosial;
  6. Kami mengajak elite kedua pihak beserta seluruh pimpinan partai pendukung untuk menyikapi proses pemilu ini secara arif dan bijaksana agar tercipta suasana yang damai dan harmonis;
  7. Kami meyakini bahwa situasi ekonomi masyarakat akan terganggu bila terjadi ketidaktentraman politik dan sosial. Oleh karena itu, apa yang menjadi ajakan kami pada poin-poin di atas dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa yang besar ini.

Ramadhan bulan rahmat, berkah dan ampunan. Mari kita jadikan momentum bulan suci ini untuk saling memahami dan memaafkan, menuju masyarakat dan bangsa yang damai. Semoga Allah mengampuni semua dosa dan kekhilafan kita. “Demikian kami sampaikan. Salam damai dari Bogor”, kata para Rektor menutup.

More Stories
gedung kantor pusat Bank Syariah Mandiri
Mandiri Syariah Catat Kenaikan Transaksi Elektronik 60% Momen Lebaran