askrida syariah

Askrida ‘Spin Off’ Unit Asuransi Syariah 2016

Sebagai salah satu lembaga yang menyediakan asuransi syariah, PT Asuransi Bangun Askrida berencana melakukan pemisahan (spin off) unit asuransi syariah pada 2016 mendatang untuk pengembangan bisnis perusahaan.

askrida syariahHal ini menjadi salah satu  berita ekonomi syariah terbaru di bidang usaha asuransi. Bisnis asuransi syariah di Askrida tumbuh cukup pesat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan asurasi syariah yang tumbuh 30 persen, sedangkan asuransi konvensional hanya tumbuh kurang dari 20 persen. Pesatnya pertumbuhan ini menjadi alasan mengapa Askrida akan melepas unit asuransi syariah agar bisa berkembang lebih baik lagi.

Kontribusi unit asuransi syariah Askrida baru sekira lima persen. Dengan spin off tersebut, Presiden Direktur Askrida Ai Sobaryadi mengharapkan kontribusi unit syariah bisa terus bertambah. Meski jika dilihat dari segi porsi unit asuransi syariah tergolong kecil, namun dari segi pertumbuhan unit syariah selalu menunjukkan tren yang tinggi.

Manajemen Askrida melihat potensi yang lebih besar jika melakukan spin off unit asuransi syariah. Dengan adanya rencana spin off ini, diharapkan Askrida Syariah bisa memiliki rencana bisnis sendiri dan bergerak lebih leluasa dalam memperluas potensi asuransi syariah di Indonesia. Askrida pun masih harus menyediakan modal minimum bagi asurasi syariah yang disyaratkan oleh pemerintah, yaitu Rp 50 miliar. Dengan total ekuitas syariah Askrida yang mencapai Rp 48 miliar, mereka yakin bisa memenuhi modal minimum tersebut sebelum resmi spin off di 2016.

Asuransi syariah memang kini menjadi salah satu tren yang menjanjikan untuk industri syariah di Indonesia. Berbicara dalam pertemuan ke-39 Islamic Development Bank di Jeddah pada Juni lalu, ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad mengungkapkan bahwa industri asuransi syariah di Indonesia menunjukkan tren positif yang ditandai dengan meningkatnya jumlah dana yang dikelola oleh industri tersebut.

Lalu, apa yang membuat asuransi syariah kian diminati masyarakat Indonesia? Pada dasarnya asuransi syariah sudah ada di Indonesia sejak 1994, namun baru booming pada 2 tahun belakangan ini. Asuransi syariah menjamin dana yang disimpan maupun didapat nantinya halal karena dikelola sesuai dengan syariah Islam. Yang membedakan asuransi konvensional dan syariah hanyalah skema hubungan antara penanggung dan tertanggung, dimana asuransi konvensional menggunakan sistem transfer risiko, sementara asuransi syariah memiliki sistem berbagi risiko.

Yang terpenting adalah asuransi syariah tidak mengenal kata dana hangus yang terjadi di asuransi konvensional. Dana yang Anda disimpan akan tetap kembali meski tidak ada klaim yang besarnya tergantung kesepakatan awal. Umumnya jumlah dana yang dikembalikan di Indonesia yaitu 10 hingga 20 persen.

More Stories
Batalkan RUU HIP, Tanpa Kompromi!