Presiden Direktur AIG Insurance Indonesia – John-Paul Jones menyatakan kepada mysharing.co, bahwa Indonesia memiliki potensi bisnis yang besar untuk bisnis asuransi syariah secara keseluruhan. Namun sayangnya, khususnya untuk asuransi umum syariah, pasar bisnisnya saat ini masih sangat kecil di Indonesia.

Karena itu, untuk tahun 2015 yang akan segera datang ini, dan mungkin beberapa tahun ke depannya, AIG Insurance Indonesia masih belum merencanakan untuk membuka unit syariah di Indonesia.
“Kami masih melihat perkembangan pasarnya. Memang, kami pernah pernah mencoba untuk membuka unit syariah. Tapi kami melihat, untuk asuransi umum syariah di Indonesia, pengetahuan masyarakatnya sendiri masih belum cukup banyak, berbeda dengan asuransi jiwa syariah. Jadi kami belum akan melanjutkan rencana membuka asuransi syariah itu lebih lanjut. Kami juga masih menunggu perkembangan bisnisnya di Malaysia dulu,” demikian ditambahkan Corporate Communication Head AIG Insurance Indonesia – Gusni Puspitasari yang mendampingi John-Paul Jones saat wawancara.
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
Ke depannya, AIG Insurance Indonesia sendiri masih tetap akan fokus memperbesar bisnis asuransi umum (general insurance) di Indonesia. “Indonesia potensi pasar yang cukup baik untuk asuransi ke depannya. Tantangan terbesar adalah menyesuaikan peraturan-peraturan baru yang akan muncul. Namun kita tetap akan mendukung peraturan-peraturan tersebut. Comply dengan peraturan-peraturan yang ada, adalah hal nomor satu dalam operasi bisnis kita di Indonesia. Dan kita mendukung peraturan-peraturan tersebut, yang pada intinya ditujukan mendukung pertumbuhan industri asuransi sendiri yang lebih baik di Indonesia,” demikian tutup John-Paul Jones.

