Usai peluncuran Gerakan Cinta Masjid, Baitulmaal Muamalat (BMM) akan semakin menggencarkan pemberdayaan ekonomi melalui masjid.

Direktur Keuangan Bank Muamalat, Hendiarto, mengatakan sejak awal pendiriannya BMM fokus pada kegiatan pemberdayaan sosial ekonomi berbasis masjid, dengan menjaga keterpaduan antara program sosial ekonomi, sosial pendidikan, sosial kesehatan, kemanusiaan dan lingkungan hidup. Baca: Bank Muamalat dan BMM Luncurkan Gerakan Cinta Masjid
“Sejak dijalankan KUM3 berupaya meningkatkan peran untuk memakmurkan masjid dan membangun karakter entrepreneur peserta dimana masing-masing kelompok diberi pinjaman dengan sistem tanggung renteng dalam jangka waktu tertentu dan diberi exit program lainnya seperti KUM3 Mart dan koperasi jasa keuangan syariah (KJKS),” jelas Hendiarto saat peluncuran Gerakan Cinta Masjid di Balai Kartini, Rabu malam (10/6).
Peserta KUM3 adalah jamaah masjid yang mengembangkan usaha produktif, dimana dananya berasal dari dana sosial Bank Muamalat. Di antara exit program (program lanjutan) BMM adalah pendirian minimarket syariah berbasis masjid. Saat ini sudah ada model awal toserba KUM3 di Pekalongan, Jawa Tengah dan memeroleh sambutan baik dari pemerintah daerah setempat.
Hendiarto menyebutkan saat ini KUM3 telah tersebar di 26 propinsi dengan melibatkan sekitar 10 ribu anggota, 239 masjid, dan 204 pendamping dengan total dana disalurkan mencapai Rp 10,4 miliar. “Saat ini aset KJKS KUM3 sudah berkisar antara Rp 500 juta sampai Rp 2 miliar,” ungkap Hendiarto. Baca: Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid ala Baitulmaal Muamalat
Sementara, Direktur Eksekutif BMM, Iwan Agustiawan Fuad menuturkan Gerakan Cinta Masjid merupakan langkah untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai sentral perekonomian dan pemberdayaan masyarakat. “Kami ingin fungsi masjid tidak hanya untuk ibadah ritual melainkan juga untuk pemberdayaan ekonomi umat,” kata Iwan.
Bank Muamalat melalui BMM pun akan mengadakan roadshow untuk kampanye membenahi infrastruktur 100 masjid dalam bentuk pemberian 10 ribu Al Quran, 100 sajadah imam, 100 sajadah roll, jam sholat digital, pembentukan KUM3 yang baru, santunan pendidikan, pendirian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis masjid, pembentukan KJKS, dan pendirian KUM3 Mart.

