(Ki-ka) Pimpinan FPI, Sabri Lubis, Peneliti Islam dari AS Ronald Lukens Bull dan Korsatlak Banser Ansor Ifa Isnaeni. foto:MySharing.

Baznas Menghindari Penyaluran Zakat Massal

[sc name="adsensepostbottom"]

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menargetkan dalam penyaluran zakat tidak akan salah sasaran. Pasalnya, Baznas telah mempunyai data khusus mustahiq.

zakattDirektur Pelaksana Baznas, Teten Kustiawan menuturkan, pihaknya akan menyalurkan zakat langsung kepada mustahiq atau delapan golongan penerima zakat agar tepat sasaran.

Menurutnya, Baznas memiliki data khusus mustahiq dan sudah mengetahui ke mana zakat akan dialirkan. “Kami menghindari pengumpulan atau membagikan zakat secara massal,” kata Teten kepada MySharing, saat ditemui usai acara soft launching Muslimmarket.com di Grand Sahid Hotel Jakarta, Rabu (24/6).

Meski ada pengumpulan massa dalam jumlah banyak, Baznas, kata Teten, akan tetap meminta bantuan pihak kepolisian untuk mengamankan. Baznas sendiri sudah mengenal mustahiq dengan baik, sehingga zakat tidak akan jatuh ke tangan yang salah. Selain itu, dapat penerima zakat setiap tahunnya selalu diperbaharui. “Mustahiq golongan lansia akan tetap diberi zakat setiap tahun. Namun, bagi yang dulunya menerima zakat sekarang sudah mapan, tidak akan diberikan lagi,” ujarnya.

Menurutnya, pembagian zakat secara massal sudah menjadi kebiasaan di Indonesia. Sehingga, kata Teten, perlu edukasi untuk menyakinkan para dermawan untuk tidak memberikan zakat secara massal. Karena hal tersebut dapat menimbulkan kericuhan dan persentase salah sasaran yang cukup tinggi.

Budaya pemberian zakat masal di Indonesia, kata Teten, sudah ratusan tahun sehingga susah untuk diubah dalam satu atau dua tahun. Namun, hal tersebut sudah turun dibanding tahun sebelumnya. “Artinya, masyarakat sudah mulai mempercayai badan amal zakat resmi dari pemerintah,” imbuhnya.

Teten menyampaikan, bahwa sumbangan zakat yang diterima mustahiq rata-rata berasal dari perusahaan, lembaga pemerintah, BUMN, swasta, dan perorangan. Baznas juga ada kerja sama dana CSR yang digunakan untuk membangun fasilitas bersama, contohnya Rumah Sehat Baznas Pangkal Pinang. Baznas menargetkan peningkatan penghimpunan zakat di Indonesia dan peningkatan efektivitas dalam penyaluran zakat kepada yang membutuhkan.