kurban
Hewan kurban. Foto: Rumah Zakat Indonesia

Berkurban Sembari Memberdayakan Peternak Lokal

[sc name="adsensepostbottom"]

Sinergi lembaga zakat, bank syariah, dan peternak lokal, maksimalkan pengelolaan kurban.

kurban
Hewan kurban. Foto: Rumah Zakat Indonesia

Dalam waktu satu bulan ke depan umat Islam akan merayakan Idul Adha. Masyarakat yang mampu pun dianjurkan untuk berkurban dan berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Menyambut Idul Adha, sejumlah lembaga sosial menyiapkan diri untuk menyalurkan hewan qurban secara tepat sasaran. Tak hanya dalam hal penyaluran, tetapi juga dalam hal penyedia kebutuhan ternak kambing dan sapi sebagai hewan qurban. Dalam penyediaan hewan qurban tersebut, sejumlah lembaga melakukan sinergi dan kerjasama dengan peternak lokal yang menjadi bagian dalam program pemberdayaan ekonomi.

Direktur Eksekutif Yayasan Al Azhar Peduli Umat, Harry Rachmad mengatakan, kambing dan sapi yang disiapkan sebagai stok hewan qurban merupakan hasil pengelolaan program pemberdayaan peternak di desa-desa dan komunitas pesantren binaan Al Azhar Peduli Umat yang tersebar di 11 provinsi. “Program pemberdayaan masyarakat desa salah satunya berupa peternakan,” kata Harry, ditemui usai peluncuran Tabungan BISA iB dan Tabungan BISA Qurban iB, Selasa (16/9).

Implementasi program pemberdayaan peternak dilakukan saat mereka menuai hasil dari hewan ternak yang dijual dan nilai tambahnya akan hadir berupa program penunjang kebutuhan dasar keluarga, yaitu dukungan Al Azhar Peduli Umat bagi pemanfaatan lahan pekarangan dengan pemanfaatan sayur mayur yang juga berfungsi sebagai sarana penurun angka belanja keluarga.

Sementara, Direktur Yayasan Rumah Zakat, Nur Effendi, mengatakan sumber hewan qurban yang didistribusikan oleh Rumah Zakat berasal dari pemberdayaan peternak lokal, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan qurban. Di Rumah Zakat hewan qurban juga diolah dalam bentuk kornet agar lebih tahan lama dan dapat didistribusikan kepada masyarakat yang sedang tertimpa bencana atau daerah rawan pangan.

“Ada potensi jutaan daging hewan qurban dalam waktu tiga hari dan tidak seluruhnya habis di kurun waktu itu. Kemasan kornet itu untuk menghindari pemubaziran dan kami hadirkan sebagai salah satu solusi dan praktis dan bisa dijangkau di seluruh wilayah Indonesia, tidak hanya di Jawa, tapi hingga pulau terdepan,” papar Nur.

Kerjasama dengan UUS Danamon

Terkait kerjasama Yayasan Al Azhar Peduli Umat dan Yayasan Rumah Zakat dengan unit usaha syariah (UUS Danamon) untuk Tabungan BISA Qurban iB, Harry menuturkan bagi nasabah yang mengamanatkan hewan qurban melalui pihaknya, hewan qurban dapat dikirim ke alamat yang diinginkan nasabah sepanjang alamat pengiriman masih dalam cakupan pengiriman Al Azhar.

“Jadi ada qurban home delivery, masyarakat yang ingin berkurban bisa memilih apa mau diantar ke rumah atau masjid di daerah seperti Klaten, Purwokerto, atau tempat lainnya yang masih dalam cakupan kami. Cukup lihat harga dan berat hewan qurban, lalu telpon kami dan akan kami kirim ke tempat yang diinginkan,” jelas Harry. Mengenai harga hewan qurban, ia menambahkan karena berkaitan dengan tijarah (transaksi berdagang), maka harus jelas akad dan jenis hewannya. Harga hewan qurban pun akan disesuaikan dengan bobot hewan.

Sementara, Nur Effendi menuturkan harga hewan qurban nantinya akan disesuaikan dengan kondisi kebutuhan dan permintaan. Pihaknya memperkirakan pada tahun depan harga satu ekor kambing sebesar Rp 2,1 juta, sapi ritel Rp 2,2 juta dan sapi utuh Rp 15,3 juta. Menjelang Idul Adha tahun ini, Rumah Zakat menetapkan harga hewan qurban kambing sekitar Rp 1,9 juta, sapi ritel Rp 2 juta dan sapi utuh Rp 12,8 juta.

Di sisi lain, Direktur Syariah Danamon, Herry Hykmanto, mengatakan harga hewan qurban saat nasabah membuka Tabungan BISA Qurban iB belum dapat jaminan pasti jumlah harganya, namun berdasar pada perkiraan harga. Untuk itu tabungan qurban tersebut dimaksudkan dapat membantu nasabah dalam merencanakan dan menyiapkan diri untuk berkurban. Pihaknya pun menetapkan tenor tabungan qurban antara 3-24 bulan berdasar suplai hewan qurban dan estimasi kebutuhan nasabah. “Namun jika ada kebutuhan untuk memperpanjang tenor jadi 3-5 tahun kita akan lihat nanti. Sekarang targetnya dapat respon baik dulu dari masyarakat di tahun ini,” ujar Herry.

Product Management Head UUS Danamon, Puti Nurulhani, menambahkan rata-rata setiap tahun harga hewan qurban naik 15-30 persen karena biaya transportasi dan pakan, juga supply vs demand. “Solusinya (untuk dat berkurban) adalah dengan melakukan perencanaan keuangan dan menabung sesuai target,” tukas Puti. Qurban merupakan sunnah muaqqadah dan dilakukan setiap tahun bagi umat Islam yang mampu.