Bacharuddin Jusuf Habibie. Foto: Times.

BJ Habibie Jadi Penasihat IDB

[sc name="adsensepostbottom"]

Mantan Presiden Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie terpilih menjadi salah satu anggota tim penasihat Islamic Development Bank (IDB) Group, yang berbasis di Jeddah.

Bacharuddin Jusuf Habibie. Foto: Times.
Bacharuddin Jusuf Habibie. Foto: Times.

Panel penasihat IDB Group terdiri dari beberapa pemimpin negara yang telah dikenal seluruh dunia, mantan menteri keuangan dan para ekonom negara-negara anggota IDB. Selain BJ Habibie, mantan pemimpin negara lainnya yang diundang IDB menjadi anggota panel penasihat adalah mantan Presiden Turki, Abdullah Gül.

Dalam sesi pertemuan panel penasihat IDB ini para anggota yang diundang akan berbagi pengalaman dan keahliannya dan membantu IDB dalam mendukung perkembangan negara-negara anggota, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan industri keuangan syariah. Sesi pertama pertemuan panel penasihat IDB dilaksanakan hari ini, 19 Maret 2015. Baca: OJK Imbau IDB Dukung Beragam Proyek di Indonesia

Sebagaimana dilansir dari laman resmi IDB, Kamis (19/3), Presiden IDB, Ahmad Mohamed Ali, menuturkan sesi pertama panel penasihat akan meninjau sejumlah isu terkait pengembangan dan modernisasi Grup IDB sebagai partner internasional terkemuka. Selain itu, panel penasihat pun akan membahas cara-cara dan sarana pembangunan manusia yang lebih baik di negara anggota, serta berbagai langkah untuk mempromosikan industri jasa keuangan syariah di tingkat global. Baca Juga: Makna Strategis CGO-IDB Bagi Keuangan Syariah Indonesia

BJ Habibie sendiri tidak asing dengan industri perbankan syariah Indonesia. Ia menjadi salah satu tokoh yang dinilai berperan besar dalam pembentukan bank syariah pertama di tanah air, Bank Muamalat Indonesia. Mantan Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia, A Riawan Amin, menilai dukungan Habibie di masa Orde Baru membuat perbankan syariah hadir hingga saat ini. “Kalau tidak ada (dukungan) Habibie waktu itu, tidak akan ada perbankan syariah,” ujar Riawan dalam wawancaranya dengan Sharing pada September 2011.

Tokoh ekonomi syariah lainnya, (Alm) Amin Aziz, juga terkesan dengan dukungan BJ Habibie di masa awal pembentukan Bank Muamalat Indonesia. Dalam wawancaranya dengan Sharing pada 2011, Amin menuturkan bahwa dukungan Presiden Soeharto ketika itu diperoleh melalui Habibie. “Soeharto memberi dukungan kuncinya itu adalah di Habibie,” imbuh Amin. Baca: Mengenang Prof. Dr. M Amin Aziz, Pelopor Ekonomi Syariah di Indonesia