Perancang busana Muslim Indonesia, Dian Pelangi terpilih sebagai salah satu perancang yang diundang untuk menampilkan koleksinya dalam Heya Arabian Fashion Exhibition.

“Berbeda dengan saat show di Eropa, di mana saya harus juga membuat busana yang bisa dipakai untuk yang tidak berhijab. Kalau di Timur Tengah saya bisa berkreasi sesuai keahlian saya,” lanjut dia.
Dian adalah salah satu perancang yang terpilih dari program ASEAN DESIGNER PROJECT (ADP). Ada 15 perancang Asia Tenggara yang akan tampil, yakni Vinn Patararin (Thailand), LullySelb (Singapura) dan Danz (Malaysia).
- DPLK Syariah Muamalat Layani Program Pensiun Penggiat Masjid Tazkia Islamic Center
- CIMB Niaga Luncurkan OCTO untuk Pejuang Mimpi, Permudah Kelola Keuangan hingga Kejar Mimpi
- BCA Syariah Gelar Journalist Writing Competition 2026, Dorong Jurnalis Angkat Cerita Inspiratif Ekonomi Syariah
- CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Ajak Generasi Muda “Berani Tersesat, Temukan Mimpimu”
Dian Pelangi juga akan berpartisipasi dalam diskusi panel di Sheikhahub World Islamic Fashion Forum (SWIFF). Topik diskusi yang akan diangkat adalah “The importance of networking and media in fashion today.”
Keikutsertaan perancang Indonesia dalam ajang tersebut membuktikan Indonesia sebagai negara yang diperhitungkan di dunia mode, kata Norzihan Latt, founder Sheikhahub.
Heya Arabian Fashion Exhibition yang akan diadakan untuk kedelapan kalinya diselenggarakan Qatar Tourism Authority dan dikelola oleh Design Creationz dan bekerjasama dengan Sheikhahub di Malaysia. HEYA akan menampilkan koleksi musim gugur 2015 dari Arabian fashion.
HEYA tahun ini juga akan didukung oleh banyak desainer dari berbagai negara, seperti Debaj Debaj Collection (Qatar), Naseem Al Mandalos (Bahrain) dan L.Russo Urban Couture dari Italia.

