Dalam beberapa tahun kedepan, Indonesia diprediksi bisa menjadi kiblat fesyen baju muslim dunia.

Bahkan melihat pertumbuhan yang ada, Rendy memprediksi perkembangan bisnis baju muslim bakal turut mengerek industri kreatif lain di dalam negeri, seperti kosmetika berlabel halalserta film dan novel bertema religius. Karena itu, Rendy merasa saat ini belum perlu mengejar pangsa pasar di luar negeri. “Pasar dalam negeri saja masih sangat menjanjikan, ini harus digarap serius dan maksimal sebelum direbut merk asing.” tutur Rendy.
Lebih jauh Rendy mengatakan industri fesyen lokal harus buru-buru memperkuat dan memperluas pasar dalam negeri sebelum merek luar negeri membanjiri pasar di dalam negeri. Untuk memperluas potensi pasar, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengusulkan istilah busana muslim diganti menjadi Modest Fashion, yang artinya busana yang sopan dan tertutup.
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
Dengan nama Modest Fashion, nantinya konsumennonmuslim , turis asing juga pasti berminat menggunakan produk ini.” kata Arief. “Pemerintah bakal terus mendorong merk baju muslim asal Indonesia agar bisa mendunia dan Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim pada 2020. Salah satu caranya dengan memfasilitasi berbagai kegiatan pameran fesyen muslim, baik didalam maupun luar negeri” Tutup Arief.

