indonesia fashion week 2014

Harinya Hijabers Indonesia di Indonesia Fashion Week 2014

[sc name="adsensepostbottom"]

Indonesia Fashion Week 2014, surga busana bagi para Hijabers Indonesia.

[metaslider id=1442]

Indonesia Fashion Week (IFW) kembali hadir. Seperti tahun sebelumnya, hari kedua pagelaran IFW didedikasikan bagi busana Muslim. Sekitar 32 perancang busana Muslim mengeluarkan koleksi terbarunya di tahun ini. Tiga Fashion Show Parade ditujukan bagi puluhan desainer tersebut. Sementara, brand busana muslim ternama, Shafira mengambil lampu sorot pada show tunggal di sore hari.

Fashion Parade pertama yang mengambil tema besar ‘Purity Transcendence’ menampilkan koleksi busana dari 17 desainer. Salah satu desainer, Islamia Aprilia mengusung koleksi blazer untuk pagelaran IFW 2014. Melalui tema Aprilia Blazeria, wanita yang akrab disapa April ini membawa 10 koleksi blazernya yang dipadupadankan dengan dress dan jumpsuit. “Untuk koleksi kali ini saya memilih blazer karena fleksibel bisa dipakai kemana saja, bisa ke acara formal dan non formal seperti ke mal atau hang out,” jelas April.

Melalui koleksi Blazeria yang disiapkan selama enam bulan ini, April ingin menunjukkan karakter wanita yang kuat dan berwibawa. Koleksi blazer berbahan linen dan wool ini didominasi warna pastel dengan gradasi warna lumut memberikan kesan natural, sesuai dengan ciri khas lini busana Aprilia Collections yang feminin, kalem, fleksibel, girlie, elegan dan tidak mencolok. “Blazer ini cocok dipakai untuk musim hujan atau panas karena bahan furing-nya adem,” ujar April.

Untuk koleksi busana selanjutnya, April tengah menyiapkan busana formal yang terinspirasi dari bunga mawar. Aprilia Collections dapat ditemui di 25 cabang di Jabodetabek, Singapura, Banjarmasin, Makasar, hingga Brunei. Menjelang Ramadhan, April pun berencana menggelar show tunggal saat pembukaan butiknya di Bintaro.

Di parade busana yang sama, brand Unique membawa keragaman budaya nusantara dengan warna rempah-rempahnya. Unique mengolah kain-kain tradisional menjadi busana Muslim siap pakai dengan inspirasi patchwork dari kain lurik, batik mega mendung, tenun lombok, dan lurik batik klaten, yang dipadankan dengan kain polos yang bersifat modern dinamis seperti katun, linen, spandex, dan jersey.

Selang satu jam berikutnya, brand Dauky dan El Zatta yang berada di satu atap manajemen mengusung konsep ‘Fashionably Energetic’. Pagelaran busana IFW 2014, menjadi fashion show perdana Dauky. Dengan konsep “The Power of Colour”, Dauky berkolaborasi bersama 6 fashion bloggers, dimana pada fashion show ini mereka diminta untuk menjadi fashion stylist bagi 18 koleksi yang diperagakan Dauky.

“Busana Dauky merupakan casual & daily wear. Namun demikian, tampilannya bisa berbeda dan menarik ketika dipadupadan. Kami mengajak 6 fashion bloggers untuk menginterpretasikan style #OOTD (Outfit of the Day) pada masing-masing koleksi busana Dauky yang diperagakan,” ujar General Manager Marketing Dauky, Ina Binandari. Tema The Power of Colour mendefinisikan koleksi Dauky yang memiliki variasi warna cerah dan kuat dalam cutting simple. Variasi warna busana Dauky tercermin dalam warna merah, biru, oranye, dan clutch warna shocking pink dan kuning.