Islamic Development Bank (IDB) meneruskan komitmennya menyalurkan pembiayaan senilai 566 juta dolar AS. Kali ini pembiayaan itu disalurkan ke delapan negara, yaitu Benin, Burkina Faso, Pantai Gading, Mesir, Lebanon, Niger, Arab Saudi dan Tunisia.

Sebagaimana dikutip dari islamic finance news, Selasa (2/12), sekitar 19 negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, yaitu Aljazair, Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Oman, Palestina, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab dan Yaman adalah debitur pembiayaan IDB yang utama dan menerima setengah dari total pembiayaan IDB.
Di posisi kedua adalah gabungan delapan negara (31 persen), yaitu Afghanistan, Bangladesh, Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Maladewa, Pakistan dan Suriname. Sebagian besar pembiayaan di negara-negara di atas diinvestasikan di sektor energi. Baca Juga: IDB: Indonesia Bisa Ekspor Kambing DAM ke Arab
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
- BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
Namun dilihat dari per negara, Bangladesh menerima pembiayaan terbesar dari IDB (15 persen), diikuti oleh Pakistan (9 persen) dan Turki (7 persen). Sementara Guinea Bissau, Komoro dan Brunei Darussalam menjadi yang paling sedikit memperoleh pembiayaan dari IDB. Negara-negara anggota IDB lainnya, termasuk yang berada di benua Afrika khususnya menerima bantuan keuangan untuk sektor transportasi.

