Satu bulan usai insiden penyerangan di kantor Charlie Hebdo, Paris, Prancis, tak menyurutkan minat wisatawan Prancis untuk berkunjung ke negara-negara mayoritas muslim.

Dalam survei Easyvoyage, setidaknya hampir 64 persen wisatawan Prancis telah bersiap menghabiskan liburan di negara-negara mayoritas muslim. Negara yang menjadi destinasi teratas adalah Maroko (46,4 persen), Tunisia (29,3 persen) dan Turki (26,8 persen). Selain itu, destinasi lainnya adalah Uni Emirat Arab, khususnya Dubai, dengan 21,2 persen, dan Mesir dengan 15,8 persen. Sementara, negara Yordania dan Oman kurang begitu populer di kalangan wisatawan Prancis dengan masing-masing 13,3 persen dan 9,3 persen.
Chairman Easyvoyage, Jean-Pierre Nadir, menuturkan biaya berlibur menjadi faktor penting bagi wisatawan dalam memutuskan destinasi liburan. “Pasti ada perbedaan antara minat berkunjung dengan realisasi kunjungan. Namun hasil survei ini akan mendorong semangat pelaku pariwisata di negara-negara mayoritas muslim yang saat ini mengalami penurunan pemesanan hotel,” ujar Nadir, dilansir dari laman tourism-review, Senin (9/2). Baca Juga: Wisatawan Muslim Tetap Kunjungi Paris
Selain itu, faktor lainnya yang menentukan pilihan destinasi wisata adalah keramahan masyarakat dan layanannya. Setidaknya sekitar 50,4 persen wisatawan Prancis memilih Maroko, Tunisia, Turki, Dubai, dan Mesir karena merasa nyaman dengan keramahan masyarakat lokal. Sementara sekitar 33,5 persen wisatawan memilih destinasi wosata negara-negara di atas karena banyak diantara negara-negara tersebut menggunakan Prancis sebagai bahasa utama. Sedangkan, sekitar 29 persen wisatawan memilih destinasi tersebut karena lokasinya dekat dengan Prancis.
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
Sebelumnya, Lembaga National Observatory Against Islamophobia mencatat 128 insiden anti-Muslim terjadi di penjuru Prancis usai insiden penyerangan di kantor Charlie Hebdo, pada rentang waktu 7 Januari) sampai dengan 20 Januari 2015. Insiden tersebut terdiri dari yang berupa 33 tindakan nyata (termasuk penyerangan terhadap masjid), dan 95 ancaman. Baca: Islamophobia Meningkat di Prancis Tahun Ini

