Islam pertama kali memasuki Jawa Timur pada abad ke-11. Bukti awal masuknya Islam adalah makam Fatimah binti Maimun di Gresik tahun 1082. Penyebaran Islam di Jawa Timur pun tak terlepas dari peran Walisongo. Lima wali yang menyebarkan Islam di wilayah Jawa Timur, yaitu Sunan Ampel, Sunan Gresik, Sunan Giri, Sunan Drajat dan Sunan Bonang. Selain memiliki kekayaan destinasi religi, Jawa Timur juga punya pesona alam, sejarah dan kuliner yang beragam.
Budaya
Budaya Jawa Timur antara lain tercermin dari beberapa upacara adat, diantaranya tingkepan (upacara usia kehamilan tujuh bulan bagi anak pertama), hingga Unan-unan (upacara adat pembersihan desa oleh Suku Tengger yang dilaksanakan sekali dalam sewindu atau 5 tahun menurut penanggalan Tengger). Kesenian lainnya yang terkenal adalah ludruk dan reog. Ludruk adalah drama tradisional yang mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari diselingi dengan lawakan dan diiringi musik gamelan. Reog adalah tarian berkelompok khas Ponorogo yang menampilkan topeng berbentuk kepala singa.
Wisata Alam
- Kota Batu Malang
Kota yang berada 15 kilometer sebelah barat Kota Malang ini memiliki koleksi bunga anggrek dan flora yang banyak diminati wisatawan. Dikelilingi Gunung Panderman, Gunung Banyak, Gunung Welirang, dan Gunung Bokong, dengan suhu udara rata-rata 15-19 derajat celcius menjadikan kota ini cenderung dingin dan sejuk.
- Taman Nasional Alas Purwo
Alas Purwo adalah hutan tropis alami seluas 43.420 hektar yang berada di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Di sini Anda dapat melihat banteng jawa, burung merak, rusa, dan harimau jawa.
- Pantai Plengkung
Pantai yang berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo ini adalah surga bagi peselancar profesional. Keunikan ombak di pantai yang lebih populer dengan G-Land ini adalah baru pecah setelah 1-2 kilometer dari arah timur ke barat, dengan ketinggian mencapai 4-6 meter dalam interval 5 menit.
Gunung yang dipercayai suku Tengger sebagai gunung suci ini berada dalam empat wilayah, yakni Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas 10 kilometer persegi. Setahun sekali masyarakat Temgger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo.
- Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Selain Gunung Bromo, Gunung Semeru menjadi daya tarik bagi pendaki di Taman Nasional seluas 50.276,3 hektar ini. Taman ini memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana, dan sub-alphin dengan pohon-pohon besar berusia ratusan tahun, antara lain cemara gunung, jamuju, edelweis, anggrek dan rumput langka.
- Pantai Pasir Putih Trenggalek
Pantai ini terletak di garis pantai selatan Laut Jawa. Sama halnya dengan pantai selatan lainnya, pantai ini juga memiliki palung laut yang sangat dalam.
- Kawah Ijen
Kawah Ijen berupa danau berwarna hijau tosca. Air kawah bervolume 200 juta meter kubik dengan panas mencapai 200 derajat celcius memancarkan kemilau hijau keemasan saat sinar mentari menerpa dari balik Gunung Merapi. Kawah ini ada di puncak Gunung Ijen di Kawasan Wiasta Kawah Ijen dan Cagar Alam Taman Wisata Ijen, tepatnya di Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso.

Wisata Religi
- Masjid Al Akbar
Masjid yang biasa disebut Masjid Agung Surabaya ini adalah masjid terbesar kedua di Indonesia yang berada di Surabaya. Lokasinya ada di samping Jalan Tol Surabaya-Porong. Ciri utamanya adalah kubahnya yang besar didampingi 4 kubah kecil berwarna biru.
- Masjid Sunan Ampel
Masjid ini dibangun oleh Sunan Ampel di atas sebidang tanah seluas 120×180 meter persegi di Kelurahan Ampel. Kecamatan Semampir, Surabaya, atau sekitar 2 kilometer arah timur Jembatan Merah. Tepat di belakang masjid adalah kompleks makam Sunan Ampel.
- Makam Para Wali
Di kawasan pesisir utara terdapat sejumlah makam para wali yang menjadi wisata religi para peziarah umat Islam. Selain Sunan Ampel, ada pula makam Sunan Giri di Dusun Giri Gajah yang berjarak 4 kilometer dari pusat kota Gresik. Makam Sunan Gresik di tepi Jalan Malik Ibrahim di Desa Gapuro Sukolilo, Gresik, makam Sunan Drajat di Paciran, Lamongan, yang dapat ditempuh dari Surabaya maupun Tuban, dan makam Sunan Bonang, yang makam aslinya ada di Desa Bonang, Kabupaten rembang, Jawa Tengah. Tapi, yang sering diziarahi adalah makamnya di Tuban, Jawa Timur.
Wisata Heritage
- Situs Trowulan
Kawasan di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini dulunya merupakan pusat kerajaan Majapahit. Di sini terdapat peninggalan berupa candi, makam dan petirtaan.
- Keraton Sumenep
Saat ini bangunan keraton yang masih tersisa dan utuh adalah yang dibangun oleh Gusti Raden Ayu Tirtonegoro R Rasmana dan Kanjeng Tumenggung Ario Tirtonegoro. Kerajaan kecil ini setingkat kadipaten di kala sebelum dikuasai VOC.
- Museum Negeri Mpu Tantular
Museum yang berlokasi di Jalan Raya Buduran, Sidoarjo (sebelah barat Jembatan Layang Buduran) ini awalnya bernama Stedelijk Historisch Museum Soerabaia.
- Candi Singhasari
Candi Hindu-Budha yang berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ini kaya akan ornamen ukiran, arca dan relief. Bangunan candi utama dibuat dari batu andesit dan menghadap ke barat.
- Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh November
Tugu ini dibangun untuk memperingati Peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Di bawah tanah lahan tugu yang terletak di Jalan Pahlawan, Surabaya, ini terdapat museum untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjuang di Surabaya.
Transportasi
Pintu masuk utama jalur udara ke Jawa Timur adalah Bandara Internasional Juanda yang berada di Kabupaten Sidoarjo, 20 kilometer sebelah selatan Surabaya. Bandara lainnya untuk menuju Jawa Timur adalah Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang dan Bandar Udara Blimbingsari di Kabupaten Banyuwangi.


