Pameran Foto Exiled to Nowhere: Burma’s Rohingya
Kisah Etnis Muslim Tertindas
Sosok enam lelaki dewasa tengah mendorong perahu ditampilkan dalam foto monokrom (hitam putih) berukuran hampir satu meter persegi, terpajang di satu sisi dinding lantai satu ruang tengah Cemara 6 Galeri, Menteng, Jakarta Pusat. Foto tersebut diambil cukup dekat, agar audiens melihat ekspresi kerja keras mereka, gurat urat yang mencuat.

SHARING/ HERU LESMANA SYAFEI
Keterangan fotonya menyebutkan, Orang Bangladesh menganggap warga Rohingya sebagai migrant ekonomi illegal. Sekumpulan laki-laki Rohingya mendorong kembali perahu nelayan mereka kembali ke pantai. Kebanyakan laki-laki Rohingya di Shamlapur, Bangladesh, bekerja sebagai budak dan terjebak hutang kepada pemilik perahu.
Foto tersebut merupakan bagian dari pameran foto dokumenter karya Greg Constantine, bertajuk Exiled to Nowhere: Burma’s Rohingya, yang berlangsung selama 6 Februari sampai 16 Februari 2014.
Pameran foto tersebut menggambarkan berbagai sendi kehidupan etnis Rohingya, etnis muslim minoritas yang tinggal di bagian Selatan Burma yang berbatasan dengan Bangladesh. Foto yang ditampilkan dipotret oleh Greg mulai 2006 hingga 2012. Diambil dari delapan kali perjalanan ke Bangladesh bagian Selatan, dan dua kali ke Burma sejak kekerasan mulai menimpa etnis Rohingya.
Greg menampilkan sejumlah foto-foto dari kamp pengungsian yang jauh dari layak. Dua belas orang atau lebih anggota keluarga tinggal di satu gubuk yang kecil dan sempit. Tujuh orang tinggal di gubuk kecil yang terbuat dari dedaunan, ranting-ranting, lumpur, plastik bekas dan kayu. Dalam satu keterangan foto disebutkan, para sukarelawan mengatakan bahwa kondisi di kamp merupakan kondisi terburuk yang pernah mereka lihat.
Foto yang ditampilkan dominan menampilkan gaya Environmental Portrait, sebuah potret wajah dalam berbagai angle jarak close-up, menengah, dan lebar, sembari berusaha menampilkan lingkungan kondisi di sekitar manusia yang difoto. Tak ketinggalan anak-anak, juga ditampilkan kondisinya yang tinggal dalam gubuk yang kondisinya memprihatinkan.
Greg adalah seorang fotografer yang telah menerima berbagai penghargaan internasional. Karyanya yang bertajuk Exiled to Nowhere tersebut dikemas dalam bentuk pameran, buku foto, dan multimedia yang bisa diakses lewat laman web exiledtonowhere.com. Buku foto tersebut meraih Buku Foto Terkemuka Tahun 2012 dari Independent on Sunday di Inggris, dan penghargaan dari PDN Magazine di Amerika Serikat.
Teks dan foto repro: Heru Lesmana Syafei

