Gerakan anti-Islam tampak masih kentara di Eropa. Politisi anti-Islam Belanda, Geert Wilders misalnya, berencana memamerkan kartun Nabi Muhammad Saw dalam waktu dekat.

“Teroris harus sadar mereka tidak akan pernah menang dan pentingnya kebebasan berbicara bagi kita di Belanda,” kata Wilders dalam sebuah pernyataan.
Wilders, yang mengepalai Partai Kebebasan (PVV), sudah sering mengemukakan ketidaksukaannya kepada Islam dan telah menyerukan perlunya larangan Al Quran di Belanda.
Pada Desember 2014 diumumkan bahwa dia akan didakwa atas tuduhan menghasut kebencian antar-ras terhadap komunitas Maroko di Belanda.
- BPKH dan Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung
- CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien via Cathay Travel Fair 2026
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Transaksi Sertifikasi Halal Secara Daring
- BCA Syariah, BEI dan Henan Sekuritas Berkolaborasi untuk Edukasi Keuangan Syariah Bagi Mahasiswa PNJ
Kartun-kartun Nabi Muhammad yang akan dipamerkan Wilders berasal dari acara lomba karikatur Nabi Muhammad di Dallas, Amerika Serikat, bulan lalu.
Karikatur yang akan ditampilkan Wilders berasal dari lomba menggambar karikatur Nabi Muhammad di Dallas yang berujung ricuh.
Wilders merupakan pembicara utama di acara yang diserang oleh dua pria bersenjata. Keduanya ditembak mati oleh polisi. Adapun seorang polisi terluka dalam serangan tersebut.
Belakangan, kelompok milisi ISIS mengatakan kedua pria bersenjata ialah anggota mereka.
Peluncuran karikatur Nabi Muhammad berulang kali mengundang protes hingga aksi bersenjata.
Pada Januari tahun ini, 12 orang tewas ditembak dua pria bersenjata di kantor redaksi majalah Charlie Hebdo di Paris, yang melansir kartun-kartun seperti itu.
Sebuah perkumpulan aktivis kebebasan berekspresi di ibu kota Denmark, Kopenhagen, juga menjadi sasaran seorang pria bersenjata pada Februari. Seorang direktur film tewas pada kejadian itu.

