LTV Diperlonggar, Dorong Pembiayaan BNI Syariah

[sc name="adsensepostbottom"]

BNI Syariah menyambut baik rencana regulator melonggarkan aturan uang muka pembelian rumah dengan kredit atau Loan to Value (LTV). Diharapkan LTV  akan mendorong bisnis KPR BNI Syariah.

rumahOtoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana akan melonggarkan aturan uang muka pembelian rumah dengan kredit atau Loan to Value (LTV). Direktur Utama BNI Syariah, Dinno Indiano, merespon positif rencana tersebut.

“LTV itu akan mendorong bisnis KPR kita, tapi sebetulnya kenapa masih optimis, karena kondisi kita masih dalam kondisi baik dan kedepan pun pembiayaan konsumer masih optimis baik,” kata Dinno, saat paparan kinerja BNI Syariah, di Jakarta, Kamis (23). Baca:Reklasasi Uang Muka KPR Tingkatkan Daya Saing Bank Syariah

Dinno menuturkan, di kuartal I-2015, BNI Syariah berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 15,7 triliun atau tumbuh 28,73 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya. Pada kuartal II-2015, BNI Syariah pun akan mengejar pertumbuhan pembiayaannya.

“Kami punya plan untuk mengejar di kuartal kedua. Kami masih optimis karena kami adalah bank besar. Jadi untuk mengejer jumlah tertentu itu masih cukup mudah. Kualitas pembiayaan masih terjaga, sehingga growth kami masih terjaga,” tegas Dinno.

Sementara itu, Direktur Bisnis BNI Syariah, sebelum LTV diberlakukan, pertumbuhan KPR perseroan mencapai 40 persen. Namun setelah diberlakukan pertumbuhannya turun di angka 22 persen.

Menurutnya, BNI Syariah tetap optimis pembiayaan KPR dapat tumbuh melebihi target sebesar 25 persen menjadi 30-35 persen, sejalan dengan diberlakukannya LTV. Pada kuartal I-2015, penyaluran KPR perseroan sebesar Rp 6,99 miliar.

Kenaikan pertumbuhan KPR 5 persen itu, kata Imam, akan menambah pembiayaan sebesar 2,5 persen. Sehingga kalau LTV dilonggarkan, dampak terhadap total pembiayaan yang semula sekitar 25 persen bisa menjadi 27,5 persen. ”Memang masih rendah, tapi kami tetap optimis. Selain itu, kami juga akan meluncurkan produk baru, sebagai strategi untuk mendongkrak pasar KPR,” pungkasnya. Baca:2015:Pembiayaan BNI Syariah Sebagian Besar Tetap ke KPR