Maroko, salah satu Negara besar di benua Afrika, kini semakin lebih dekat menuju terciptanya sistem keuangan Islam yang lengkap, setelah anggota parlemen di Negara tersebut baru-baru ini menyetujui RUU yang memungkinkan penerapan konsep bank syariah-compliant.
Nah, sambil menunggu keluarnya undang-undang baru tersebut yang masih membutuhkan kelengkapan legitimasi, maka sektor keuangan Islam di Maroko sudah mulai bisa mencoba mengatasi dua tantangan ekonomi yang mendasar di Negara tersebut, yaitu; menarik lebih banyak investasi asing dan menciptakan lapangan kerja.

Rencana pengembangan perbankan Islam di Maroko di atas, hadir pada saat Kerajaan Maroko mulai menerapkan serangkaian reformasi ekonomi, setelah gejolak ekonomi dan politik menyapu Timur Tengah dan Afrika Utara. Untuk mengangkat ekonomi yang melemah, pemerintah telah memotong subsidi, lalu mereformasi sistem pensiun negara, dan sedang mencoba untuk memacu daya saing bangsa.
Karena itu, rencana pengembangan perbankan Islam di Negara ini, dipandang strategis. Karena, selain akan menarik lebih banyak dana investasi dari negara-negara Teluk di mana investor tertarik untuk memiliki lebih banyak kesempatan di investasi syariah-compliant, disamping itu pengenalan perbankan Islam juga dapat meningkatkan akses terhadap pembiayaan bagi usaha kecil di Maroko.
“Orang-orang di negara-negara seperti Maroko telah menyadari , bahwa era pemerintah mengurus semua masalah mereka kini sudah berakhir. Jadi mereka harus mencari cara lain untuk mendanai proyek-proyek mereka. Dan keuangan Islam yang berbasis aset menjadi alat yang baik untuk itu,” demikian ditegaskan Jean AbiNader – Direktur Eksekutif the Washington D.C.-based Moroccan American Trade & Investment Center.
Afaq Khan lalu menambahkan, “Mesir, Tunisia, Kenya, Maroko, lalu negara-negara di Afrika Timur, semuanya berusaha menyempurnakan pelaksanaan regulasi perbankan syariah baru di Negara masing-masing. Penerbitan sukuk selalu menjadi ide yang sangat baik, untuk membuat pengakuan, dan untuk menciptakan dinamika positif. ”
Meskipun terdapat optimisme guna semakin memajukan keuangan Islam di Maroko, namun demikian perkembangannya dianggap masih membutuhkan waktu tersendiri, dan masih belum jelas apakah negara ini pada akhirnya nanti akan bisa menjadi pusat perbankan Islam.

