Mesir Tertarik Belajar Islam Nusantara

[sc name="adsensepostbottom"]

Guru Besar Universitas Al-Azhar Mesir, Grand Syeikh Prof Dr Abdelmonem Fouad Othmen mengagumi sosok Gus Dur yang menebarkan Islam Nusantara penuh perdamaian.

KH. Yahya Staquf (kiri), Prof Dr. Rudiger Lohlker (kiri kedua), Prof Dr. Abdelmonem Found Othman, (tengah), Mohamed Aboelfadi Ahmed dan Yenny Wahid di mimbar, saat diskusi "Konsilidasi Dunia Islam Menghadapi Radikalisme dan Terorisme, di Wahid Institute, Jakarta, Jumat (29/5).
KH. Yahya Staquf (kiri), Prof Dr. Rudiger Lohlker (kiri kedua), Prof Dr. Abdelmonem Found Othman, (tengah), Mohamed Aboelfadi Ahmed dan Yenny Wahid di mimbar, saat diskusi “Konsilidasi Dunia Islam Menghadapi Radikalisme dan Terorisme, di Wahid Institute, Jakarta, Jumat (29/5).

Menurut Abdelmonem, Gus Dur adalah pahlawan yang tidak henti-hentinya berjuang bagi pelurusan persepsi tentang Islam yang selama ini dicap buruk dimata dunia.”Gus Dur memiliki bagian tersendiri dalam hati penduduk mesir sebagai pejuang toleransi Islam yang damai dan rahmatan lil alamin,” kata Abdelmonem dalam sambutannya, pada diskusi pra Muktamar Nahdatul Ulama ke 33 bertajuk “Konsilidasi Dunia Islam Menghadapi Radikalisme dan Terorisme,” di Wahid Institute, di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Pada kesempatan ini, Abdelmonem menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Nahdatul Ulama (NU) yang sudah berkonstribusi menebarkan toleransi umat beragama, yakni kampanye Islam Nusantara . Menurutnya, NU dan pemerintah bersinergi mengedukasi umat Muslim agar menebarkan toleransi, perdamaian dan kasih sayang terhadap sesama tanpa kekerasan atau radikalisme.

Ia menegaskan, bahwasannya ada beberapa gerakan Islam dengan paham radikalisme yang didanai oleh orang-orang yang tidak suka dengan Islam. Pendanaan tersebut tentu sangat membahayakan Islam karena diporak-porandakan oleh sekelompok orang yang benci Islam dengan mentamengkan umat Islam sendiri.

Menurut Abdelmonem, bahwa tidak semua Islam yang ada dibelahan dunia itu menggambarkan Islam yang toleran. Islam yang ada di Indonesia adalah Islam yang menghargai sesama yang penuh kasih sayang, ada perbedaan yang mendasar dengan Islam-Islam yang dirinya ketahui.” Islam di Indonesia adalah lebih Islam dari yang ada di dunia Arab itu sendiri,” tukasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Islam Nusantara sebagai karakter pemikiran NU dapat menjadi pedoman di tengah menyebarnya faham radikalisme.”Kami dari Universitas Al-Azhar Mesir memiliki kedudukan yang sama dengan NU untuk terus mengembangkan Islam moderat. Dan ini juga menjadi bahan belajar kita dan dunia Islam dalam mengantisipasi radikalisme yang menyesatkan,” ujarnya.

Abdelmonem berhadap NU akan terus mengawal Islam yang penuh kasih sayang. Diharapkan pula ada kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Mesir dalam hal memberikan gambaran Islam yang penuh toleransi yang bisa ditebarkan ke seluruh pelosok dunia.

Pada kesempatan ini, Abdelmonem juga menyampaikan kekhawatirannya karena di Mesir ada serangan dari masyarakat Mesir yang berada di perbatasan yang dikenal sebagai sarang teroris. Yaitu perbatasan Sinai dan Gaza, di sana ada kelompok ISIS yang sudah berkembang pesat sejak zaman presiden Mohammed Morsi, sampai sekarang. “Tentunya saya berharap di Indonesia tidak akan terjadi seperti di Mesir,” ucapnya.

Menurutnya, hal yang mendasar sehingga terorisme di Mesir berkembang pesat adalah permasalahan ekonomi dan sosial. Kelompok Islam yang protes pada pemerintah itu pun kemudian disokong pihak yang tidak suka Islam untuk berseteru antar umat Muslim.

Abdelmonen berharap Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi bejalar banyak tentang Islam Nusantara yang ada di Indonesia yang penuh perdamaian. Pemerintah Mesir, menurutnya, sangat mengkhawatirkan paskah kelompok gerakan radikalisme muncul. Sehingga pemerintah Mesir sendiri kewalahan menindak mereka atau membentengi rakyat mesir sendiri. “Sangatlah penting, NU mengundang Mesir belajar banyak dari Indonesia khususnya perjuangan Islam,” ujarnya.

Abdelmonem juga berharap ketika Muktamar NU bisa memberikan gambaran Islam Nusantara sehingga umat Muslim dan non Muslim di belahan dunia mengetahui warna Islam yang sebenarnya yang penuh kedamaian. Semoga nanti hasil dari Muktamar NU ini bisa memberikan kontribusi yang banyak untuk dunia Islam secara keseluruhanya,” pungkasnya.