#JeSuisNous menjadi sebuah kampanye yang menyerukan perdamaian dan keberagaman di Prancis.

Manajer Proyek Kampanye #JeSuisNous, Suhail Najmi, mengatakan tujuan kampanye adalah memberikan pemahaman mengenai kontribusi muslim Prancis bagi komunitas masyarakat, budaya dan seni di Prancis dengan setiap individu muslim mengisahkan ceritanya masing-masing. Ia bersama dengan sejumlah umat muslim lainnya dari beragam profesi meluncurkan kampanye online #JeSuisNous yang bertujuan menekankan kontribusi umat muslim bagi budaya Prancis. Kampanye #JeSuisNous berarti “Saya adalah Kita”.
Kandidat Doktor di School of Oriental and African Studies University of London, Laila Fathi, menuturkan usai insiden Charlie Hebdo beberapa waktu lalu, ia merasa bahwa eksistensi umat muslim di Prancis dipertanyakan. Oleh karena itu, ungkapnya, sebutan kampanye #JesuisNous dipilih untuk mengatasi pemisahan yang disebabkan oleh #JeSuisCharlie. Baca: Islamophobia Meningkat di Prancis Tahun Ini
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
“Kampanye ini menyatukan kembali mereka yang dikejutkan oleh insiden serangan ke Charlie Hebdo. Namun, lebih dari itu kampanye ini merupakan penegasan akan identitas Prancis yang tak hanya terdiri dari satu komunitas, kampanye ini adalah keseragaman yang dipersatukan keyakinan akan nilai-nilai kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan. Nilai-nilai yang telah hilang maknanya dalam 10 tahun terakhir ,” jelas Fathi, yang berkewarganegaraan Prancis, sebagaimana dikutip dari laman OnIslam, Senin (9/2).
Kampanye #JesuisNous pun tak hanya bisa ditemui melalui laman Facebook, tetapi juga di saluran YouTube. Fathi mengharapkan platform digital tersebut akan memperkaya pengertian akan peran komunitas muslim. “Jadi pada dasarnya kampanye ini menjembatani orang-orang berbeda di masyarakat Prancis dan membuat umat muslim Prancis lebih percaya diri akan identitasnya,” kata Fathi.
Laman Facebook #JeSuisNous sendiri kini telah mencatat 2.235 likes. Prancis adalah negara dengan populasi muslim terbesar di Eropa, dengan estimasi mencapai lima juta jiwa. Baca Juga: Isu Islamophobia Tak Surutkan Wisatawan Prancis Berlibur ke Negara Mayoritas Muslim

