Indonesia saat ini adalah negara yang mengeluarkan sukuk terbesar di dunia untuk pembiayaan. Dan ke depannya, Pemerintah Indonesia berharap kualitas dari sukuk tersebut dapat ditingkatkan.

“Yang mengeluarkan sukuk terbesar untuk pembiayaan adalah Indonesia, lebih dari Malaysia dan lebih dari negara-negara lain. Itu baru dari size, berikutnya kita harus bicara tentang quality. Kita harapkan Indonesia bisa jadi rujukan, bukan hanya komitmen pemerintah mengeluarkan sukuk sebagai alternatif pembiayaan,” jelas Bambang Brodjonegoro baru-baru ini di gedung Kemenkeu, Jakarta.
Bambang mengaku mendelegasikan tugas ini kepada Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) di bawah Kemenkeu, untuk dapat meningkatkan porsi asset backed sukuk.
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
“Ketika Indonesia bicara sukuk, adalah sukuk yang berdasarkan asset backed, atau secara syariah itu dianggapnya paling tepat. Ini adalah perjalanan menuju yang lebih sempurna,” lanjut Bambang.
Menurut Menkeu, sebagai otoritas fiskal, Menkeu menegaskan bahwa kebijakan fiskal disasar untuk menjaga utang di level yang aman.
“Kita sendiri di kebijakan fiskal commit bahwa utang kita aman. Ini yang lebih kita jaga,” demikian Bambang Brodjonegoro – Menkeu R.I. menutup pembicaraan.

