[sc name="adsensepostbottom"]
Untuk memperkenalkan Islam kepada masyarakat setempat, komunitas umat muslim di Colorado menyelenggarakan diskusi.
Dalam dua pekan terakhir isu tentang umat muslim di Amerika mengemuka. Dimulai saat tragedi penembakan yang terjadi di San Bernardino, California di awal Desember 2015 oleh sepasang suami-istri Muslim yang menewaskan 14 orang, kemudian diikuti dengan pernyataan provokatif dari calon kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump terkait imigran Muslim. Baru-baru ini juga terjadi peristiwa pembakaran terhadap sebuah masjid di California.Menilik dari rangkaian peristiwa di atas, komunitas muslim di Colorado Springs Islamic Center pun menggelar open house kepada masyarakat yang ingin mengetahui atau bertanya tentang Islam. Tak disangka, masjid di Colorado itu penuh sesak dengan masyarakat yang datang memberi dukungan. Baca: Pertumbuhan Islam di Amerika Sangat Pesat
Perwakilan Colorado Springs Islamic Center Kamel Elwazeir, pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh orang yang hadir dan memberi dukungan di masa yang sulit bagi umat muslim. Sebelumnya Masjid Colorado Springs telah mendapat banyak email dari masyarakat yang menunjukkan simpatinya.
“Ketika berada di jalan, mal, atau pusat perbelanjaan, orang-orang melihat Anda, Anda tak tahu apakah mereka berpikir jika Anda adalah teroris yang menjadi ancaman bagi negara ini. Anda cuma ingin mengatakan ke semua orang bahwa Anda hanyalah orang normal yang tinggal dengan bahagia di Amerika Serikat,” kata Elwazier, dilansir dari laman krdo, Kamis (17/12).
Sementara, perwakilan lainnya Arshad Yousufi, mengutarakan bahwa ISIS tidak merepresentasikan Islam dan aksi kekerasannya berlawanan dengan ajaran Islam. “Ya, diantara kami ada orang ‘gila’. Tapi, jangan salahkan Islam atas itu. Islam dijadikan alasan bagi orang ‘gila’ itu, tapi itu bukan menjadi alasan seseorang melakukan suatu hal yang gila,” cetusnya.

