Perusahaan asal Thailand, PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) menjalin kerjasama tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) dengan Dompet Dhuafa. Nilai CSR tersebut hingga 3,5 juta dolar AS.

General Manager cabang PTTEP di Indonesia, Titi Thongjen, mengatakan Indonesia adalah salah satu lokasi strategis PTTEP untuk bisnis eksplorasi dan produksi minyak bumi. “Kami memiliki komitmen yang kuat tidak hanya untuk melakukan bisnis di negara ini untuk jangka panjang, tetapi juga memberikan kontribusi kepada masyarakat di negara-negara perusahaan kami beroperasi,” kata Thongjen, dalam penandatanganan nota kesepahaman PTTEP-Dompet Dhuafa di Hotel Mulia, Kamis (3/7).
Ia menambahkan PTTEP telah berkecimpung di industri minyak bumi selama 30 tahun. Sebagai langkah untuk menuju pembangunan berkelanjutan, pihaknya pun telah berkomitmen untuk melakukan CSR dan bisnis yang ramah lingkungan. “Kami melihat masih ada ruang untuk pengembangan pendidikan dan kesehatan di Indonesia,” ujar Thongjen.
Sementara, Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, mengatakan kerjasama ini merupakan bentuk kepercayaan dari PTTEP kepada pihaknya untuk melaksanakan tugas, mempersiapkan dan mengelola pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama lima tahun. “Dompet Dhuafa akan membuat kerjasama dengan PTTEP ini sebagai kendaraan untuk memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Ahmad.
Untuk proyek kesehatan, PTTEP dan Dompet Dhuafa akan membentuk pusat layanan kesehatan gratis bernama Gerai Sehat PTTEP – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa di Desa Rorotan. Pusat kesehatan ini akan dapat melayani masyarakat di tiga kecamatan di Jakarta Utara, yaitu Cilincing, Koja, dan Tanjung Priok, dengan sisitem keanggotaan. Jadi, masyarakat tidak mampu akan didata dan bisa terdaftar menjadi anggota untuk mendapatkan kemudahan akses layanan kesehatan. Layanan kesehatan yang diberikan diantaranya kesehatan umum, klinik ibu dan anak, gigi, farmasi dan laboratorium. Klinik akan didesain untuk dapat melayani sekitar 50 pasien per hari dengan layanan mobile. Nilai proyek ini mencapai Rp 36 miliar (setara dengan 3,1 juta dolar AS).
Sedangkan, untuk program pendidikan PTTEP akan memberikan beasiswa dan kebutuhan penting untuk 20 siswa kurang mampu selama dua batch melalui proyek Beasiswa PTTEP-Beastudi Etos. Beasiswa akan diberikan kepada siswa yang diterima di salah satu dari lima universitas terkemuka di Indonesia (UI, ITB, IPB, UGM, dan Universitas Al Azhar) untuk belajar di tiga bidang, yaitu engineering, geofisika dan medis. Beasiswa ini akan mendukung pendidikan siswa selama empat tahun. Total anggaran program ini sebesar Rp 5 miliar (setara dengan 466 ribu dolar AS). Sebelumnya PTTEP pun telah bekerjasama dengan NGO lokal di Sulawesi untuk membuat layanan satu atap seperti layanan kesehatan, konseling, persalinan, hingga keuangan mikro.

