kantung plastik
Foto: Indonetwork.

Pilah-pilih Kantung Plastik, Yuk!

[sc name="adsensepostbottom"]

Kantung plastik telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Saat berbelanja ke pasar, membeli makanan di kios, sampai untuk membawa makanan yang tersisa saat selesai acara. Besarnya jumlah pemakaian kantung plastik dalam kehidupan sehari-hari pun membuat produksi sampah plastik di Indonesia menduduki peringkat kedua penghasil sampah domestik. Jumlahnya mencapai 5,4 juta ton per tahun.

kantung plastik
Foto: Indonetwork.

Padahal, telah diketahui secara umum bahwa plastik sulit untuk diurai oleh tanah. Oleh karena itu, informasi mengenai penggunaan plastik secara tepat sangat diperlukan. Sebagaimana barang lainnya seperti kaleng soda, alumunium, atau buku, plastik pun menjadi salah satu barang yang dapat didaur ulang. Namun, belum banyak masyarakat yang mengetahuinya.

General Manager Sales and Marketing Joyo Boyo, Handoko Saptajaya Sidharta, mengatakan di negara berkembang, pengetahuan mengenai penggunaan plastik masih rendah. Misalnya saja, plastik dengan bahan campuran tidak boleh dipakai untuk membungkus makanan. Plastik berbahan campuran itu biasanya berbau kurang enak dan berwarna kusam.

“Jenis plastik itu berbahaya untuk kesehatan karena tidak tahu sumber bahan buatannya dari mana, bisa saja dari limbah, sisa bahanpestisida, dan lainnya. Penggunaan plastik yang salah akan sangat berbahaya bagi kesehatan,” tegas Handoko.

Dalam hal memilih plastik pun harus disesuaikan dengan fungsinya. Kantung plastik kresek tentu tak tepat untuk bersentuhan langsung dengan makanan. Handoko menuturkan dengan memilih jenis plastik yang tepat membantu untuk melestarikan lingkungan dan juga aman. Baca Juga: Sampah Jadi Duit dengan Bank Sampah Syariah

Ada beberapa jenis plastik, diantaranya kantung plastik PP (Polypropylene) yang transparan dan biasa digunakan masyarakat untuk membungkus makanan ringan, Polyethylene (PE) yang merupakan food contact grade dan dapat digunakan untuk mengemas minuman dingin, dan plastik High Density Polyethylene (HDPE) yang transparan dan tahan suhu panas tinggi.

Langkah lainnya yang perlu diperhatikan dalam memilih plastik adalah mencari plastik yang ramah lingkungan dan mudah terdegradasi (terurai). Salah satunya dengan memilih plastik yang menggunakan sistem oxo-biodegradable, dimana plastik akan terurai dalam waktu dua tahun jika terkena oksigen atau sinar matahari.

Handoko tak menampik kantung plastik masih menjadi barang komoditi yang belum bisa tergantikan, terutama untuk menunjang industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk di dalamnya industri fast moving consumer goods. “Kantung plastik masih menjadi primadona masyarakat karena harganya lebih ekonomis ketimbang kantung lainnya,” kata Handoko.

Oleh karena itu, membuang sampah plastik pun tak bisa sembarangan. Handoko mengimbau agar sampah plastik tidak dibakar ataupun dikubur di dalam tanah. “Buanglah ke tempat sampah non organik sehingga bisa didaur ulang,” ujar Handoko.